Industri Tembakau Ancam Kesehatan dan Ekonomi Indonesia

Gambar
Gambar ini dibuat oleh ChatGPT dengan prompt artikel di bawah ini Industri tembakau tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi dan ketergantungan generasi mendatang. Industri tembakau berusaha menggagalkan kebijakan kesehatan. Rokok berdampak buruk pada lingkungan. Industri rokok juga menggunakan uang kotor untuk mempengaruhi, menyebarkan narasi menyesatkan, memanfaatkan celah hukum, dan berupaya untuk menghambat pengendalian tembakau. Kampanye WHO bertujuan untuk mengungkap taktik industri tembakau dalam mempengaruhi kebijakan kesehatan yang akan berdampak pada generasi mendatang. WHO mendukung kaum muda di seluruh dunia, yang telah meminta industri tembakau untuk berhenti mempengaruhi kebijakan kesehatan dan berhenti menargetkan mereka dengan produk baru yang berbahaya, sambil menjanjikan masa depan yang lebih baik. Beberapa taktik industri tembakau untuk memenangkan pengaruh dan mempengaruhi kebijakan kesehatan antara lain: mengklaim memilik

Rapat perdana Persadia Cabang Kuala Kapuas Tahun 2019



Pada hari Jum'at, 18 Januari 2019 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan rapat perdana Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Kuala Kapuas. Rapat ini dibuka boleh Bapak Ngata'i selaku sekretaris, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua yaitu Bapak Fauzuddin Noor. Setelah itu dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Bapak Jum'atil Fajar.

Dalam rapat ini, masing-masing bidang mengajukan program kerja mereka. Ibu Nurdiana dari Seksi Edukasi mengajukan berbagai kegiatan penyuluhan oleh para petugas rumah sakit setiap bulan pada kegiatan senam diabetes di rumah sakit. Bapak Djuwadi dari Seksi Olahraga sudah menyusun jadwal senam serta instruktur untuk setiap minggunya.

Bapak Suwandi dari Seksi Humas mengajukan usulan penyediaan kamera dan handycam yang cukup bagus sebagai inventaris pengurus persadia. Bapak Sholichuddin dari Seksi Perlengkapan mengusulkan pengadaan mikrofon nirkabel dengan kualitas yang lebih baik.

Ibu Tri Setyautami selaku anggota dari Seksi Penunjang menawarkan untuk membantu penyediaan stik pemeriksaan gula darah saat kegiatan besar yang diselenggarakan oleh Persadia. Selain itu diharapkan Persadia bisa kembali mengaktifkan Posbindu. Bapak Ahmad Zayad selaku anggota Seksi Penunjang juga menawarkan penyediaan kembali alat-alat posbindu sehingga bisa digunakan untuk aktivitas posbindu di Persadia. Selain itu beliau akan mengupayakan pelatihan kader posbindu

Ibu Asih dari BPJS Cabang Kapuas menawarkan untuk kembali membantu Persadia bila ada dokter penanggung jawabnya. Dokter tersebut akan mempertanggungjawabkan kegiatan Prolanis yang berlangsung di Persadia.

Ibu Rosita dari Seksi Usaha Dana akan membuat proposal kepada para donatur dan pemerintah daerah untuk mengusulkan apa-apa yang diperlukan oleh seksi-seksi lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

3 Penyebab Isra' Mi'raj