Sabtu, 23 Maret 2019

Arba'in Nawawi - Hadits ke-18 (2) oleh Ustadz Suriani Jiddy


Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyal (Q.S. An-Nisaa, 4: 131)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujurat, 49: 13)

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling takwa. Orang yang ditinggikan derajatnya disisi Allah, maka tidak ada yang bisa merendahkannya. Harta, kedudukan tidak bisa digunakan untuk menentukan kemuliaan manusia.

kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (Q.S. At-Taubah, 9: 4)

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 197)

Ketika melakukan ziarah kubur bersama para sahabatnya, Ali berkata, "Wahai ahli kubur ketahuilah, harta kalian sudah dibagi, rumah kalian sudah ditempati, istri-istri kalian sudah menikah lagi. Ini informasi kami, apa kabar dari kalian?" Ali menoleh kepada sahabatnya yang menyertainya dalam ziarah kubur. Ali mengatakan bahwa seandainya para ahli kubur bisa kembali ke dunia, maka mereka akan mengatakan: "Berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah takwa."

Kalau ada orang mati tidak bawa apa-apa, itu nekat. 

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S. Al-A'raaf, 7: 26)

Pakaian takwa adalah kiasan dari sesuatu yang selalu kita gunakan kemanapun kita pergi. Bagaimana kita bisa membenarkan slogan yang mengatakan bahwa kita tidak perlu bawa agama dalam urusan sosial, bisnis, politik.

Masuk WC saja kita bawa iman, agama, takwa. 

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Q.S. Al-Maidah, 5: 27)

Takwa adalah iman. Iman adalah asas diterimanya amal kita. Kalau kita meninggalkan iman dan takwa ini, kemudian Allah mencabut nyawa kita, apa yang terjadi?

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Ali Imran, 3: 120)

Mereka disini adalah orang-orang kafir. Mereka akan memerangi kita sampai kita meninggalkan agama kita. Kita akan mempertahankan agama kita sampai mati. 

Kalau kita bertakwa, makar apapun yang mereka lakukan, tidak akan membahayakan kita. Kalau kita meninggalkan agama, jauh dari Islam maka kemenangan tidak akan kita raih. 

Bagaimana orang-orang kafir untuk menghalangi orang-orang dari jalan Allah:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan, (Q.S. Al-Anfal, 8: 36)

Allah sudah sejak lama menjelaskan bagaimana orang kafir mengumpulkan dana untuk menghambat jalan Allah. Dan mereka terus menggelontorkan dana, mengeluarkan dana yang tidak sedikit supaya umat Islam kalah. Mereka akan kalah kalau umat Islam sabar dan takwa dalam menghadapi mereka. 

Kekalahan kaum Muslimin bukan karena musuh yang kuat, tapi karena kita yang lemah. Musuh kita siapa? Setan. Allah sudah jelaskan bahwa tipu daya setan itu lemah. Apa kelemahan kita? Salah satunya adalah kita tidak sabar. Kedua, kita tidak takwa. 

Akan datang nanti suatu masa dimana kalian akan dikeroyok oleh musuh-musuh kalian sebagaimana makanan dikeroyok di meja makan. Para sahabat bertanya: demikian nasib kami, apakah kami sedikit. Tidak, bahkan kalian banyak. Allah sudah mencabut kemulian kalian dari musuh-musuh kalian. 

Rasulullah mengatakan bahwa bagi beliau diberikan rasa takut dalam hati musuh dalam perjalanan satu bulan. 

Lanjutan: kalian sudah dihinggapi penyakit wahn. Apakah wahn itu ya Rasulullah. Cinta dunia dan takut mati. 

Kalau kita meninggalkan cinta dunia dan tidak takut mati, maka kita tidak akan terkalahkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!