Sabtu, 16 Maret 2019

Arba'in Nawawi - Hadits ke-18 oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Diriwayatkan oleh Abu Dzar dan Abu Abdurrahman Mu'adz bin Jabal, Rasululllah SAW bersabda: Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan ikutkanlah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan keburukan tersebut. Dan perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik (H.R. Tirmidzi, Hadits Hasan atau Hasan Sahih)

Hadits ini menjelaskan tiga hal penting: (1) takwa; (2) kebaikan yang mengikuti keburukan; (3) akhlak;

Hal ini disebut sebagai ilmu yang sifatnya kondisional. Hukum mempelajarinya adalah fardhu 'ain. Disinilah urgensinya kita mempelajari hal ini.

TAKWA

Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. Takwa bukan hanya dibulan Ramadhan. Takwa itu setiap saat dan dimanapun kita berada.

Dalam Qur'an banyak sekali kata-kata takwa dan turunannya. 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S. Al-Baqarah, 2: 183)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Q.S. Ali Imran, 3: 102)

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Q.S. Al-A'raaf, 7: 96) 

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.( 63 )   (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (Q.S. Yunus, 10: 62-63)

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (Q.S. Al-Baqarah, 2: 21)

Takwa adalah istilah Qur'an, maka cara memahaminya adalah dengan menggunakan kaidah-kaidah tafsir. Para ulama menetapkan bagaimana cara kita memahami Qur'an. Hal ini disebut sebagai ilmu tafsir.

Dalam kitab karya guru besar Ummul Qura, Ali Ashobuni, ilmu tafsir adalah menafsirkan Qur'an sesuai dengan apa yang Allah kehendaki, sesuai dengan kemampuan manusia.

Imam Ibnu Katsir menyebutkan tingkatan-tingkatan tafsir: (1) tafsir Qur'an dengan Qur'an; (2) tafsir Qur'an dengan hadits; (3) tafsir Qur'an dengan perkataan sahabat; (4) tafsir Qur'an dengan ulama-ulama lainnya.

MAKNA TAKWA

Takwa menurut kamus bahasa Indonesia: (1) terpeliharanya dirinya untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya; (2) keinsafan diri yang diikuti dengan ketaatan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya;

Ini adalah kata serapan yang diambil dari bahasa Arab. Menurut ahli bahasa, bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Arab sekitar 2000 - 3000 kata.

Mustafa Kamal di Turki pernah ingin menghilangkan pengaruh Arab dalam bahasa Turki. Sampai dia mengganti adzan dengan bahasa Turki. Yang sedang viral: jangan menggunakan istilah kafir, gunakan non Muslim.

PKPU No 20 Tahun 2016 - bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten harus memenuhi persyaratan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pakai surat bermaterai bahwa takwa pada Tuhan Yang Maha Esa.

Kalau kita kembali kepada definisi takwa dari kamus bahasa Indonesia, maka calon anggota legislatif adalah orang yang beriman dan tidak syirik, artinya dia harus Islam.

Dr. Adian Husaini menulis tentang penulisan kata Allah dalam Bibel. Hal ini diamini oleh orang Kristen kebanyakan melalui LKI.

Kita tidak konsisten dengan peraturan tersebut.

UU Nomor 10 Tahun 2016 - ... syarat Gubernur, Bupati, Walikota adalah takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kafir: orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Proses deislamisasi bahasa. Ini adalah upaya menjauhkan kaum Muslimin dari pemahaman yang benar dengan mengubah istilah-istilah penting dalam Islam yang tidak sesuai dengan makna aslinya.

Takwa adalah istilah Qur'an. Ulama mengartikannya secara bahasa dan istilah.

Secara bahasa, takwa berarti Al-Wiqoyah. Al-Wiqoyah artinya: (1) mencegah; (2) melindungi; (3) memelihara; (4) menjaga; (5) mengamankan

Ada hubungan yang sangat erat antara makna bahasa dan makna istilah.

Shalat itu secara bahasa artinya do'a. Shalat menurut istilah adalah kata dan perbuatan yang dimulai dari takbir sampai salam, di dalamnya kita temukan do'a.

Haji itu menurut bahasa artinya menuju. Zakat menurut bahasa artinya bersih, bisa berkembang. Orang berzakat mengembangkan hartanya.

Takwa artinya mencegah diri kita dari azab Allah SWT.

Thalaq bin Habib: takwa itu adalah (1) engkau beramal dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah, dengan dasar cahaya dari Allah; (2) mengharapkan pahala; (3) meninggalkan maksiat kepada Allah atas cahaya dari Allah, takut kepada siksa Allah

Ali bin Abi Thalib: takut kepada Al-Jalil (Allah), mengamalkan tanzil (Al-Qur'an); ridho dengan yang sedikit (qana'ah), mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian (hari saat kita meninggalkan dunia ini).

Abdullah bin Mas'ud: Bertakwa kepada Allah itu adalah hendaklah Allah ditaati, tidak dimaksiati. Hendaklah Allah senantiasa diingat dan tidak dilupakan. Hendaklah nikmatnya disyukuri dan tidak diingkari. (Taat, ingat dan syukur). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!