Sabtu, 20 April 2019

Arba'in Nawawi - Hadits ke-19 (1) - Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Dari Abdullah bin Abbas r.a berkata: Pada suatu hari aku pernah berada dibelakang Rasulullah SAW, sesungguhnya aku akan mengajarmu beberapa hal

Ketahuilah bahwa jika semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa mendatangkan manfaat dengan sesuatu kecuali dengan sesuatu yang Allah tetapkan bagimu.

Pena-pena telah terangkat dan tinta sudah kering (H.R. Timidzi, Hasan Sahih).

Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati Allah dihadapanmu.

Sungguh sayang sekali bagi orang-orang yang tidak memahami hadits ini.

Penulis kita Al-Waqi yang menjelaskan hadits ini memberikan penjelasan bahwa hadits ini memuat hal-hal yang begitu prinsip dalam kehidupan kita. Hadits ini memuat masalah keimanan kita kepada takdir atau ketentuan Allah SWT.

Abdullah berkata bahwa beliau berada dibelakang Rasulullah SAW. Maksud kalimat ini adalah pada suatu hari beliau mengendarai hewan dibelakang Rasulullah SAW. Kemudian perkataan Nabi, Ya Ghulam (Hai anak muda). Ghulam adalah anak yang berusia bayi yang baru disapih oleh ibunya sampai berumur sekitar 9 tahun.

Pada saat itu umur Ibnu Abbas adalah sekitar 10 tahun.

Rasulullah berkata: Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Kalimat itu adalah nasehat yang bermanfaat. Nasehat apa yang disampaikan oleh Rasulullah?

(1) Jagalah Allah niscaya Allah menjagamu. Apa artinya menjaga Allah?

Ada sebagian orang yang ingin menyebarkan racun ditengah umat Islam. Racun itu adalah syubhat. Syubhat itu termasuk fitnah (dalam bahasa Qur'an). Fitnah itu ada dua, (1) syahwat, (2) syubhat. Rasulullah SAW mengingatkan kita sejak berabad-abad yang lalu tentang bahayanya fitnah. Nabi mengatakan: Bersegeralah kalian mengerjakan amal saleh sebelum datangnya fitnah.

Rasulullah bersabda: Agama itu adalah nasehat. Bagi siapa? Nasehat untuk Allah, kitab-Nya dan rasul-Nya dan pemimpin kaum Muslimin dan kaum Muslimin pada umumnya.

Nasehat untuk Allah adalah mengimaninya, tauhid kepada-Nya dan taat pada perintah-Nya. Begitu juga dengan nasehat kepada Rasul.

Menjaga Allah juga sama.

Fitnah itu seperti bagian malam yang gelap gulita. Dipagi hari seseorang beriman, sore kafir. Atau disore hari dia beriman, besok pagi dia kafir. Dia jual agamanya dengan sedikit dunia.

Fitnah syahwat adalah maksiat yang dilakukan oleh manusia karena hawa nafsunya. Fitnah syubhat adalah kekacauan pemikiran atau keyakinan yang tampak sekilas bagi orang awam sebagai kebenaran, padahal dia adalah racun. Fitnah syahwat itu berbahaya tapi fitnah syubhat jauh lebih berbahaya. Maksiat dikenali oleh setiap orang (zina, narkoba, miras). Syubhat, tidak dikenal oleh setiap orang. Hanya orang yang berilmu yang memahaminya.

Ada sekelompok orang yang menyebarluaskan syubhat (racun) dikalangan kaum Muslimin.

Gus Dur mengatakan bahwa Tuhan tidak perlu dibela walaupun tidak menolah dibela.
Sarlito Wirawan Sarwono : Menurut saya Islam dan Tuhan tidak perlu dibela.

Nasehat Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas: jagalah Allah sama dengan belalah Allah, tolonglah Allah.

Muhammad ayat 7: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

22: 40
... Sesungguhnya Allah pasti akan memberikan pertolongan kepada orang yang menolong-Nya. ...

Menjaga Allah artinya:

  • Menjaga hukum-hukum-Nya
  • Menjaga syariat-Nya
  • Menjaga hak-hak-Nya
  • Menjaga perintah-Nya
  • Menjaga larangan-Nya
Batasan Allah itu jelas. Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. 

Hak Allah:
  • Hak untuk diibadahi
  • Hak untuk tidak disekutukan dengan kemusyrikan
  • Menjaga perintahnya
Hadits Qudsi: seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul untuk taat kepadaku maka hal tersebut tidak akan menambah kepada-Ku. Seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul untuk bermaksiat kepadaku maka tidak akan mengurangi-Ku.

Kita diperintah untuk berjuang, membela agama. 

Sebagai balasan dari apa yang kita lakukan: kalau kamu menjaga syariat-Nya, menjaga perintah-Nya, Allah akan membela kita, menjaga kita dari berbagai macam serangan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Allah. 

Kaum Muslimin seperti busa karena kita sudah melalaikan hak Allah SWT. 

Rasulullah mengatakan bahwa beliau ditolong Allah SWT dengan disusupinya ketakutan dalam hati musuh dalam satu bulan perjalanan.

Kita disantap seperti orang menyantap makanan. Kita seperti buih di lautan. Kalian sudah dihinggapi penyakit Wahn, cinta dunia, takut menghadapi kematian. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!