Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Lulusan Madrasah Aliyah Al-Amin Kapuas menerima beasiswa ke Sudan

Abdul Latif... Ya Abdul Latif... Pemuda 20 tahun ini berasal dari desa Dadahup A-5, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Dia adalah alumni Pondok Pesantren Al-Amin (Madrasah Aliyah) yang lulus tahun 2016. Lulus dari PP Al-Amin dia memutuskan untuk menghafal Al-Quran di Ma'had Al Hayah dibawah asuhan Dr. Ali Ahmadi, MA di Jakarta Timur. Setelah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz,  dia sempat kembali ke Kapuas dan menjadi imam di salah satu masjid di kota Kuala Kapuas. Awal tahun 2019 dia kembali berkesempatan mengikuti program "English Arabic 1 Malang selama 2 bulan bersama 40 peserta lainnya dari berbagai daerah. Program EA1Malang  ini untuk seleksi meraih beasiswa di " International University of Africa".

Alhamdulillah... Usaha tidak akan mengkhianati hasil.. Abdul Latif berhasil lulus untuk mendapatkan beasiswa dan kesempatan kuliah di International University of Africa (IUA) dengan Jurusan Qismu tafsir Quran. Dia  insya Allah akan memulai studinya bulan Agustus 2019. 

Masih ragu untuk mondok di Pondok Pesantren Al-Amin?

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak Agus Setiawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)