Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Lulusan Madrasah Aliyah Al-Amin Kapuas menerima beasiswa ke Sudan

Abdul Latif... Ya Abdul Latif... Pemuda 20 tahun ini berasal dari desa Dadahup A-5, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Dia adalah alumni Pondok Pesantren Al-Amin (Madrasah Aliyah) yang lulus tahun 2016. Lulus dari PP Al-Amin dia memutuskan untuk menghafal Al-Quran di Ma'had Al Hayah dibawah asuhan Dr. Ali Ahmadi, MA di Jakarta Timur. Setelah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz,  dia sempat kembali ke Kapuas dan menjadi imam di salah satu masjid di kota Kuala Kapuas. Awal tahun 2019 dia kembali berkesempatan mengikuti program "English Arabic 1 Malang selama 2 bulan bersama 40 peserta lainnya dari berbagai daerah. Program EA1Malang  ini untuk seleksi meraih beasiswa di " International University of Africa".

Alhamdulillah... Usaha tidak akan mengkhianati hasil.. Abdul Latif berhasil lulus untuk mendapatkan beasiswa dan kesempatan kuliah di International University of Africa (IUA) dengan Jurusan Qismu tafsir Quran. Dia  insya Allah akan memulai studinya bulan Agustus 2019. 

Masih ragu untuk mondok di Pondok Pesantren Al-Amin?

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak Agus Setiawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"