The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Lulusan Madrasah Aliyah Al-Amin Kapuas menerima beasiswa ke Sudan

Abdul Latif... Ya Abdul Latif... Pemuda 20 tahun ini berasal dari desa Dadahup A-5, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Dia adalah alumni Pondok Pesantren Al-Amin (Madrasah Aliyah) yang lulus tahun 2016. Lulus dari PP Al-Amin dia memutuskan untuk menghafal Al-Quran di Ma'had Al Hayah dibawah asuhan Dr. Ali Ahmadi, MA di Jakarta Timur. Setelah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz,  dia sempat kembali ke Kapuas dan menjadi imam di salah satu masjid di kota Kuala Kapuas. Awal tahun 2019 dia kembali berkesempatan mengikuti program "English Arabic 1 Malang selama 2 bulan bersama 40 peserta lainnya dari berbagai daerah. Program EA1Malang  ini untuk seleksi meraih beasiswa di " International University of Africa".

Alhamdulillah... Usaha tidak akan mengkhianati hasil.. Abdul Latif berhasil lulus untuk mendapatkan beasiswa dan kesempatan kuliah di International University of Africa (IUA) dengan Jurusan Qismu tafsir Quran. Dia  insya Allah akan memulai studinya bulan Agustus 2019. 

Masih ragu untuk mondok di Pondok Pesantren Al-Amin?

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak Agus Setiawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas