The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Menegur perokok di rumah sakit

Sejak tanggal 16 Maret 2019 yang lalu, Unit Promosi Kesehatan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyelenggarakan pelatihan Komunikasi Efektif. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh petugas rumah sakit. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap. Setiap hari cuma dua jam saja yaitu dari pukul 08.00 - 10.00 WIB. Pelatih utama dalam kegiatan ini adalah dr. Erny Indrawati. Dalam kegiatan pelatihan ini, para peserta melakukan latihan "role play" (bermain peran). Salah satu isu yang diangkat adalah bagaimana mengingatkan agar orang tidak merokok di rumah sakit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas