Dicintai Saja Tidak Cukup, Kita Juga Perlu Merasa Dikenal

Gambar
  Banyak orang ingin dicintai. Namun, ada pertanyaan yang sering luput kita renungkan: bagaimana mungkin kita merasa benar-benar dicintai, kalau kita tidak merasa benar-benar dikenal? Pertanyaan ini menjadi inti tulisan Sonja Lyubomirsky dan Harry Reis dalam artikel How Can We Feel Loved If We Don’t Feel Known? yang dimuat di Behavioral Scientist. Keduanya adalah peneliti yang mendalami kebahagiaan dan hubungan antarmanusia. Mereka menjelaskan bahwa salah satu faktor besar yang membuat seseorang bahagia bukan sekadar memiliki banyak hal, tampak sukses, atau dikagumi banyak orang, melainkan merasa dicintai secara tulus . Namun, merasa dicintai ternyata tidak selalu mudah. Banyak orang sebenarnya memiliki keluarga, pasangan, sahabat, atau lingkungan yang peduli, tetapi tetap merasa kesepian, tidak dipahami, atau kurang dihargai. Menurut Lyubomirsky dan Reis, masalahnya sering kali bukan karena tidak ada cinta, melainkan karena cara kita memahami cinta kadang keliru. Dicintai Buk...

Menegur perokok di rumah sakit

Sejak tanggal 16 Maret 2019 yang lalu, Unit Promosi Kesehatan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyelenggarakan pelatihan Komunikasi Efektif. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh petugas rumah sakit. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap. Setiap hari cuma dua jam saja yaitu dari pukul 08.00 - 10.00 WIB. Pelatih utama dalam kegiatan ini adalah dr. Erny Indrawati. Dalam kegiatan pelatihan ini, para peserta melakukan latihan "role play" (bermain peran). Salah satu isu yang diangkat adalah bagaimana mengingatkan agar orang tidak merokok di rumah sakit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas