Kamis, 02 Mei 2019

Arba’in Nawawi – Hadits ke-19 (2) oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc


Wahai anak muda sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu:
  • Jaga Allah – Allah akan menjagamu
  • Jika engkau ingin minta pertolongan, mintalah kepada Allah.
  • Jika semua umat berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu – tidak bisa, kecuali apa yang telah Allah tentukan untukmu. Jika semua umat berkumpul untuk memberi mudharat kepadamu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali apa yang telah ditentukan untukmu.
  • Apa saja yang luput darimu tidak akan menimpamu. Dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran. Bersama kemudahan itu ada kesulitan dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya Allah akan berada dihadapanmu.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kitab Jami’ul Ulum wal Hikam, yang dimaksud dengan menjaga Allah adalah menjaga batasan-batasan-Nya, hukum-hukum-Nya, hak-hak-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Diantara hak-hak Allah adalah beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.

Menjaga hak-hak Allah adalah dengan menjalankan perintah-Nya.

Orang yang melaksanakan perintah-Nya adalah orang yang dipuji Allah dalam kitab-Nya: Ini apa-apa yang telah dijanjikan buat kalian, yaitu orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah. Yaitu orang yang takut kepada Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, meskipun mereka tidak melihatnya.

Janji-janji Allah

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.  (Q.S. Muhammad, 47: 7)

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,  (Q.S. Al-Hajj, 22: 40)

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.  (Q.S. Al-Hadid, 57: 25)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.  (Q.S. An-Nur, 24: 55)

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Q.S. Al-Isra, 17: 81)

Kebenaran itu harus diusahakan. Kita harus menghancurkan kebatilan. Usaha untuk menghancurkan kebatilan disebut sebagai jihad fi sabilillah.

Jika kalian menolong Allah, maka Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukanmu. 

Allah tidak perlu pertolongan kita:

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Maidah, 5: 54)

Imam Ibnu Katsir:

Barang siapa yang murtad dari agamanya ... Barang siapa yang berpaling dari membela agama-Nya dan tidak berusaha untuk menegakkan syariatnya maka Allah SWT akan menggantikannya dengan suatu kaum yang lebih baik dari mereka.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar (Q.S. Ash-Shaf, 61: 10-12)

Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad melainkan Allah akan menimpakan azab secara merata kepada mereka (H.R. Ath-Thabrani)

Apabila kalian sudah berjual beli dengan cara ‘inah (praktek jual beli yang mengandung unsur riba) dan kalian senang dengan bercocok tanam dan disibukkan dengan memegang ekor-ekor sapi (kiasan terhadap mencintai dunia) sehingga dia meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian sehingga kalian kembali kepada agama kalian (H.R. Abu Dawud)

Ucapan Ali: akan datang nanti suatu masa kepada umat Islam, tidak ada yang tersisa dari Islam kecuali nama; tidak ada yang tersisa dari Qur’an kecuali tulisannya; masjid-masjid mereka megah, besar dan mewah tapi rusak dari hidayah (petunjuk); ulama-ulamanya menjadi makhluk-makhluk yang paling buruk yang ada di kolong langit dan dari tangan-tangan mereka keluar fitnah (syahwat dan syubhat); dan kepada Allah mereka akan kembali.

Islam adalah sistem yang lengkap dan sempurna yang mencukup seluruh aspek kehidupan umat manusia. Mengapa tidak boleh bicara politik di masjid. Mengapa tidak boleh bicara masalah keumatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!