Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bank Indonesia menyerahkan bantuan pembuatan rumah pembibitan ikan kepada Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Dari kiri ke kanan: Giyar, Widodo, Supriyanto, Edwin, Prasustyawatiningsih
Pada hari Senin, 27 Mei 2019, Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas kembali menerima bantuan dari Bank Indonesia. Kali ini untuk pembuatan rumah pembibitan ikan. Bantuan sebelumnya adalah untuk budi daya ikan dengan kolam diatas tanah.

Bantuan diserahkan oleh pejabat Bank Indonesia Palangka Raya yaitu Ibu Prasustyawatiningsih didampingi oleh Bapak Edwin kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas yaitu Bapak Supriyanto, M.Pd yang didampingi oleh pengurus pondok pesantren yaitu Bapak Widodo dan Bapak Giyar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"