Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Rapat Koordinasi Kabupaten Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019


Pada hari Selasa, 21 Mei 2019 bertempat di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Kabupaten Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama antara pemerintah daerah Kabupaten Kapuas bersama dengan Forkompida dan berbagai unsur lainnya. 

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Kapuas, Organisasi Masyarakat dan Pemuda se-Kabupaten Kapuas, tokoh masyarakat serta tokoh agama di Kabupaten Kapuas.

Dalam pertemuan ini, Bupati Kapuas, Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT mengajak seluruh masyarakat untuk rukun dan tidak ikut demo ke Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019 besok.

Wakil dari Kepolisian Resort Kapuas, Kepala Unit Tingkat Pidana Tertentu menyampaikan materi tentang tindakan yang dilakukan pada tanggal 22 Mei 2019 yaitu tidak melakukan aksi turun ke jalan pada tanggal 22 Mei 2019 untuk mengantisipasi adanya korban karena tindakan teror. Polisi juga mengharapkan agar masyarakat tidak terpecah karena beda pilihan dalam Pemilu 2019. 

Kepala Kepolisian Resort Kapuas mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tidak percaya dengan berita hoaks yang beredar.

Kepala Komando Distrik Militer 1011 Kuala Kapuas meminta peserta untuk memastikan bahwa kondisi Kapuas aman. Beliau mengajak masyarakat untuk mengantisipasi munculnya konflik. 

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas, Mauladi, SH, MH menjelaskan bahwa konflik terjadi karena rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Beliau mengharapkan masyarakat tidak melakukan tindakan untuk merugikan diri kita sendiri.

Wakil Bupati Kapuas, Drs. H. M. Nafiah Ibnor, MM menghimbau agar masyarakat Kapuas tidak ke Jakarta. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)