Jumat, 17 Mei 2019

Tantangan modernitas bagi keluarga muslim - Yasir Qadhi


Perang Thal'ash 751 CE, pada masa kekhalifahan Abbasiyah, kaum Muslimin berperang dengan yang sekarang dikenal sebagai Bangsa Cina. Kertas diciptakan oleh Bangsa Cina, tapi mereka tidak mengerti signifikansinya. Hal ini hanya ada dikalangan elit saja. Masyarakat Cina tetap menggunakan papirus. Papirus harus digulung, hanya bertahan beberapa puluh tahun. Cina merahasiakan pembuatan kertas ini.

Dalam Perang Thal'ash, kaum Muslimin berhasil menangkap dua orang yang mengetahui rahasia pembuatan kertas ini. Kedua orang ini diperlakukan seperti bangsawan, dibawa ke Baghdad. Khalifah berkata bahwa mereka bebas untuk kembali ke Cina setelah mengajarkan kaum Muslimin bagaimana membuat kertas.

Orang Cina mengajarkan kaum Muslimin bagaimana cara membuat kertas. Pabrik kertas pertama di dunia Islam ada di Samarkand. Kaum Muslimin bereksperimen dan membuat kertas dengan kualitas yang lebih baik. Setelah itu Baghdad, Andalusia, dan seluruh dunia Islam memproduksi berbagai jenis kertas. Ada kertas Sulaiman, ada kertas Daud, dan ada kertas Samarkand. Pemerintahan Islam mengadop kertas sebagai media komunikasi resmi.

Kertas menyebar dari Andalusia, Aljazair, Maroko, Mesir, Damaskus, Syiria, Palestina, Irak, sampai ke Uzbekistan, Tajikistan. Kertas menjadi norma. Dengan kertas datang buku, perpustakaan, sekolah, universitas. Perpustakaan pertama dan terbesar adalah perpustakaan Islam. Muslim yang pertama kali punya universitas (The Rise of Colleges: George Makdisi).

Bangsa Eropa kenal dengan kertas ketika mereka menyerang Palestina pada Perang Salib I dan II. Ketika mereka menaklukkan Andalusia, mereka menemukan pabrik pembuat kertas. Mereka mengusir seluruh Muslim Andalusia kecuali beberapa orang yang mengajarkan kepada mereka apa yang mereka tidak tahu, salah satunya adalah bagaimana membuat kertas. Mereka yang tidak diusir adalah mereka yang memiliki pabrik kertas. Dari Andalusia, Eropa mendapatkan seni bagaimana membuat kertas. Mereka membuat pabrik kertas di Italia. Orang Eropa mulai membuat kertas yang lebih baik dari orang Muslim.

Selama 200 tahun, kertas dijual ke Eropa. Pada sekitar tahun 1500-an, Eropa mulai mengekspor kertas. Manuskrip yang kita masih temukan pada saat ini, sebenarnya ditulis diatas kertas Eropa.

Ketika kertas menyebar di Eropa, pengetahuan juga menyebar. Terjadi reformasi, renaissance. Eropa mengalami surplus kertas. Tahun 1450-an, Johannes Guttenberg menemukan mesin cetak. Mesin cetak adalah salah satu produk terpenting dalam sejarah manusia. Dengan mesin cetak, anda bisa memproduksi buku dalam jumlah besar. Mereka tidak perlu lagi menulis buku dengan tangan.

Ketika mesin cetak dikenalkan ke dunia Islam, mereka melarangnya. Mereka melarang impor ke dunia Islam. Mereka menyebut ini adalah penemuan orang kafir, tidak mungkin bagus. Setiap buku cetakan dilarang. Bahkan pada tahun 1455, Sultan Usmani, Bayazid II mengatakan: Siapa saja yang ditemukan padanya buku, akan dipenjarakan. Kondisi makin buruk pada tahun 1515, Sultan Salim I mengatakan: Siapa saja yang ditemukan padanya buku berbahasa Arab yang sudah dicetak dari mesin cetak akan dihukum mati.

Banyak alasan mengapa mereka bersikap demikian. Tapi alasan sederhananya adalah mereka tidak menginginkan perubahan. Mereka ingin melawan modernitas. Mereka merasa bangga dengan apa yang dimiliki, mereka tidak peduli dengan mencetak kertas. Ada kekhawatiran ketika semua orang bisa membaca. Mereka bisa menjadi Syaikh Google dan Wikipedia.

Pada waktu yang sama, buku menyebar di dataran Eropa. Reformasi Martin Luther memanfaatkan mesin cetak untuk mencetak Injil dalam bahasa Jerman. Sebab sebelum ini, gereja melarang membaca Injil. Renaissance menantang kitab suci yang mengatakan bahwa bumi ini datar. Akibatnya negara agama runtuh karena pendidikan sangat kuat melawan agama. Eropa dipaksa untuk berubah dan gereja dipaksa untuk membatasi aktivitasnya. Mereka menjadi Protestan dan Katolik.

Dari tahun 1500-an sampai awal 1800-an mesin cetak dan buku dicetak diseluruh dunia kecuali di negara-negara Islam. Hawai dan Tahiti pada tahun 1830-an memiliki buku yang dicetak dalam bahasa mereka. Sedangkan kaum Muslimin di Mesir tidak. Orang yang pertama kali membawa mesin cetak ke Mesir adalah Napoleon Bonaparte ketika dia menaklukkan Mesir.

Mesin cetak baru beredar di dunia Islam pada tahun 1840 dan seterusnya. Itulah sebabnya kita tidak akan menemukan dalam perpustakaan Islam, buku yang dicetak pada tahun 1500 - 1600 - 1700 CE.

Perubahan akan terus berlangsung. Modernitas akan senantiasa menjadi modernitas. Modernitas sekarang akan menjadi antik untuk masa depan.

White water rafting di Kanada. Pemandunya berkata: kesalahan terbesar bila anda jatuh dari rakit adalah kalau anda berusaha berdiri di dalam air. Kalau anda melawan arus (ribuan galon air), anda akan tenggelam. Anda harus mengikuti arus. Anda biarkan arus membawa anda, tapi anda berusaha untuk membawa diri anda ke pantai / tepian.

Kita mengikuti modernitas dengan tidak meninggalkan identitas keislaman kita. Kita tidak membenarkan LGBT. Kita tidak bisa membedakan mana yang masalah budaya dan mana yang masalah agama. Kita harus berkompromi pada bidang-bidang yang dibolehkan oleh agama untuk berkompromi.

Ketegangan yang paling sering muncul adalah masalah karir - Dokter dan Sarjana Teknik. Kita membutuhkan orang Muslim dalam setiap bidang kehidupan.

Masalah berikutnya adalah tentang pernikahan. MSA = Matrimonial Service Association.

Jadikan anak sebagai teman. Biarkan anak mengadukan kesalahan mereka. Kesalahan terbesar kita sebagai orang tua adalah bagaimana anak menjadi perwujudan dari cita-cita kita. Anda tidak bisa mewujudkan mimpi anda melalui anak anda. Anak anda harus menemukan mimpinya sendiri.

Tidak ada sekolah yang mengajarkan anda bagaimana menjadi ayah dan ibu. Kehidupan akan mengajarkan anda. Kamu mau jadi apapun, silakan. Aku akan tetap bangga kepadamu, apapun yang kamu lakukan.

Jangan remehkan do'a bila terkait dengan anak anda. Baca do'a:

  • Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a'yun waj'alna lil muttaqiina imaama
  • Rabbij'alni muqimasshalati wamin dzurriyati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!