Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Buka puasa bersama di rumah dr. H. M. Rosihan Anwar



Pada hari Sabtu, 18 Mei 2019 bertempat di rumah dr. H. M. Rosihan Anwar dilaksanakan kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Kalimantan Tengah, Bapak Heru Hidayat. Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah pengantar berbuka puasa yang disampaikan oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc yang menyampaikan tentang Jihad Politik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini