The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Talent Pool 2019 di Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin


Pada hari Selasa - Kamis, 25-27 Juni 2019 bertempat di aula Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin dilaksanakan kegiatan Pelaksanaan Penilaian Potensi dan Kompetensi JPT Pratama dan Administrator se-Wilayah Kerja Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin. Kegiatan ini diawali dengan berbagai sambutan dari:

Indriati - BKN:

  • BKN menyiapkan database potensi dan kompetensi (talent pool)
  • Bisa digunakan untuk mutasi, promosi
  • Pimpinan tinggi harus memiliki kompetensi sosial kultural agar bisa menjadi perekat bangsa.
  • Target 2.000 peserta di 14 kantor regional
  • Dapat digunakan untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama.
  • Dapat digunakan untuk training need analysis instansi


Yusuf Hakim Gumilang - Tenaga ahli kepresidenan: Manajemen Talenta ASN Nasional

  • Pak Jokowi minta redistribusi ASN agar kebutuhan ASN diberbagai daerah dapat dipenuhi.
  • Birokrasi harus cepat prosesnya.
  • Kita berada di tingkat 55 dalam birokrasi di Asia; 95 dari 200 negara. Ini adalah terbaik dibandingkan dengan masa lalu.
  • 30% APBN digunakan membiayai ASN
  • Harusnya ASN jadi champion untuk melayani masyarakat
  • ASN belum berbasis merit system
  • Pejabat Pembina Karir adalah Bupati
  • UU ASN, turunannya adalah PP 30/2019 ttg penilaian kinerja.
  • Perpres 54/2018
  • Penegakan system merit

Yulina - BKN:

  • Indeks efektifitas pemerintahan Indonesia naik 23 poin.
  • Asesmen center akurasinya 70%
  • Asesmen dengan kinerja 90%
  • Akreditasi dan sertifikasi lembaga asesmen.
  • Talent Pool ideal - kompetensi manajerial - sosial kultural - kinerja
  • 17% yang bisa masuk yang ideal ini
  • Sistem pengembangan karir tidak dilaksanakan dengan baik.
  • 60% yang diintervensi bisa meningkat kapasitasnya.
Setelah sambutan para peserta menjalani serangkaian kegiatan yaitu menjawab kasus yang diberikan kemudian menjalan psiko tes menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Setelah itu peserta menjalani diskusi dan wawancara. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas