Sabtu, 20 Juli 2019

Hikmah beriman pada takdir buruk - Ustadz Suriani Jiddy, Lc




Kalau dosa seorang hamba banyak sementara dia tidak memiliki sesuatu yang dapat menghapuskan dosa-dosanya itu, Allah uji dia dengan kesedihan untuk menghapuskan dosa-dosa tersebut dari orang yang mendapatkan ujian tadi.

Semua nggota tubuh kita bisa mendatangkan dosa. Kesimpulannya dosa kita banyak. Kita melakukan dosa mulai dari bangun tidur sampai kita tidur kembali.

Hal-hal yang tidak dicatat amalnya:

  1. Orang tidur sampai bangun
  2. Anak-anak sampai dia dewasa
  3. Orang gila sampai dia sadar
Setiap manusia mempunyai potensi yang sangat besar untuk melakukan dosa.

Ulama: manusia tidak disebut manusia kalau tidak berdosa. Agama memberikan jalan keluar. Yang tidak berdosa adalah Nabi (ma'shum - terjaga dari dosa).

Sahabat Nabi - orang yang pernah melihat Rasulullah walaupun sesaat, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan iman. Sahabat adalah manusia paling baik sesudah Nabi dan Rasul. Mereka tidak ma'shum. 

Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan tersebut adalah orang yang mengimbanginya dengan banyak bertaubat. 

Bagaimana cara pengampunan dosa. Amal penghapus dosa: wudhu', membaca do'a sesudah berwudhu', Barangsiapa yang membaca do'a ini maka dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia sukai. Shalat juga menghapuas dosa. Sesudah shalat ada zikir Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x ditambah dengan penutupnya. Dosa-dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan.

Semua amal kebaikan adalah penghapuas dosa. 3 niat amal: masuk surga, dihindarkan dari siksa, dengan amal saleh yang kita lakukan membersihkan hati kita. 

Bisa jadi kita beramal tapi kurang sempurna misalnya karena kurang ikhlas, kurang khusyu', kurang tuma'ninah sehingga tidak dapat digunakan untuk menghapus dosa.

Allah tidak ingin kita masuk neraka. Allah ingin kita bahagia, kekal abadi. 

Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dan sesungguhnya balasan kebaikan akan disempurnakan pada hari kiamat. Maka barang siapa yang dijauhkan dari siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka dia aadalah orang yang beruntung. Tidaklah kenikmatan dunia melainkan kesenangan yang menipu. 

Barang siapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, Allah memberi dia musibah. (H.R. Bukhari)

Barang siapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, maka dijadikan Allah memiliki pemahaman yang mendalam dan memiliki pemahaman yang baik dalam agama. 

Orang yang tidak mengerti agama karena tidak belajar adalah orang yang tidak dikehendaki Allah untuk mendapatkan kebaikan. 

Sama dengan hadits sebelumnya: orang yang selalu sukses, tidak pernah sakit, maka Allah tidak menghendaki kebaikan padanya. 

Itulah sebabnya kita harus sabar. Inilah bentuk sayangnya Allah kepada kita. 

Ketika kita menyebut basmalah. Dalam ucapan ini adalah ar-rahman (maha pengasih) dan ar-rahim (maha penyayang). Kita sering lupa. 

Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillah, maka perkara tersebut menjadi terputus, sedikit berkahnya. 

Dari Abu Sa'id, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: tidaklah menimpa seorang Muslim, dari kelelahan, kesedihan, gundah, rasa tidak enak, gangguan, sedih, sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah ampuni dosa-dosanya daripada semua dosa yang dia lakukan.

Lelahnya orang beriman karena mencari rizki yang halal tidak sia-sia, menjadi penghapus dosa. Segala sesuatu yang mengganggu sampai tertusuk duri, semuanya menjadi penghapus dosa. 

Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum atau seseorang, Allah beri dia ujian. Jika orang yang diberikan ujian ridho, maka dia akan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Dan barang siapa yang tidak ridho (berkeluh kesah, tidak menerima takdir Allah) maka baginya dosa dan kemurkaan dari Allah SWT. 

Hadits ini menunjukkan kecintaan Allah kepada kita, bentuknya adalah ujian. 

Dengan pemahaman terbalik: jika Allah murka kepada suatu kaum, Allah tidak pernah memberi dia ujian. 

Tidak semua orang yang menerima musibah itu dicintai Allah, syaratnya harus ridho.

Tingkatan manusia menerima ujian:
  1. Tidak sabar, tidak menerima dalam bentuk berkeluh kesah, menggerutu, marah kepada Allah SWT. 
  2. Sabar. Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar: ketika mereka ditimpa musibah mereka mengatakan: sesungguhnya kita milik Allah dan kita kembali kepadanya. Sabar bisa karena terpaksa. Ini juga mendapatkan keutamaan. Sabar hukumnya wajib.
  3. Ridho. Hukumnya tidak wajib. Ridho tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang tertentu. Ridho adalah kedudukan yang tinggi. 
  4. Syukur. Karena kita tahu, bahwa di dalam musibah banyak sekali hikmah dan pelajaran dari Allah SWT. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!