Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

8 kata kerja dalam Qur'an

Satu - Famsyu - Berjalan

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Q.S. Al-Mulk, 67: 15)

Jadi dalam rangka meraih rizki yang telah Allah tetapkan, kita diharapkan untuk berjalan. Tidak berlari, tidak terburu-buru. Rizki yang sudah dituliskan untukmu akan mendatangimu.

Dua - Fantasyiru - Bertebaranlah

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al-Jumu'ah, 62: 10)

Menyebar tidak perlu terburu-buru. Masing-masing orang memiliki ruangnya masing-masing. Rizki masing-masing sudah ditentukan dimana. Kita dimana menyongsongnya.

Tiga - Siiru - Bepergian

Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)". (Q.S. Ar-Ruum, 30: 42)

Melakukan "traveling" dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki.

Empat - Fas'au - Bersegeralah

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Q.S. Al-Jumu'ah, 62: 9)

Disinilah kita melihat mulai ada kecepatan dalam melakukan sesuatu. Itulah sebabnya kata "sa'i" menggunakan akar kata yang sama dengan "fas'au". "Sa'a" adalah berjalan dengan tekad. 

Lima - Fastabiqu - Berlomba

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 148)

"Istabaqa" artinya kita mendahului orang lain; berlomba untuk menjadi nomor satu. Dalam masalah kebaikan, kita harus menjadi yang pertama. Rasulullah bersabda, barang siapa yang melakukan kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala pengikut tersebut. Umar mengakui bahwa dia tidak bisa mengalahkan Abu Bakar dalam perlombaan bersedekah.

Enam - Saabiqu - Berlomba dengan cepat

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S. Al-Hadid, 57: 21)

"Sabaqa" untuk mendapatkan surga. Menjadi nomor satu dan di dalamnya ada kecepatan. 

Tujuh - Saari'u - Bersegera

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran, 3: 133)

Beda sabaqa dan sara'a - Dalam Sabaqa kita ingin memenangkan kemenangan. Dalam sara'a tidak ada orang lain, kita ingin mendapatkan keridho'an Allah. Musabaqah halal dan baik. Lakukan sebaik-baik dan secepat mungkin.

Delapan - Fafirru - Lari

Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. (Q.S. Adz-Dzariat, 51: 50)

"Farra" adalah lari sekuat tenaga. Larilah dari penderita lepra sebagaimana larimu ketika dikejar singa. "Firrar" hanya dilakukan ketika kamu takut. Bila kita takut kepada sesuatu, kita lari darinya. Biasanya setelah "farra" dilanjutkan dengan "min" (dari). Tapi "fafirru" dilanjutkan dengan "ila". Jadi kalau kita takut kepada Allah, kita lari kepada Allah. Kita takut dengan hukuman Allah dengan lari ke Allah. 

Orang munafik shalat dengan malas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"