Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
8 kata kerja dalam Qur'an
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Satu - Famsyu - Berjalan
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Q.S. Al-Mulk, 67: 15) Jadi dalam rangka meraih rizki yang telah Allah tetapkan, kita diharapkan untuk berjalan. Tidak berlari, tidak terburu-buru. Rizki yang sudah dituliskan untukmu akan mendatangimu.
Dua - Fantasyiru - Bertebaranlah
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al-Jumu'ah, 62: 10) Menyebar tidak perlu terburu-buru. Masing-masing orang memiliki ruangnya masing-masing. Rizki masing-masing sudah ditentukan dimana. Kita dimana menyongsongnya.
Tiga - Siiru - Bepergian
Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)". (Q.S. Ar-Ruum, 30: 42) Melakukan "traveling" dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki.
Empat - Fas'au - Bersegeralah
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Q.S. Al-Jumu'ah, 62: 9) Disinilah kita melihat mulai ada kecepatan dalam melakukan sesuatu. Itulah sebabnya kata "sa'i" menggunakan akar kata yang sama dengan "fas'au". "Sa'a" adalah berjalan dengan tekad.
Lima - Fastabiqu - Berlomba
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 148) "Istabaqa" artinya kita mendahului orang lain; berlomba untuk menjadi nomor satu. Dalam masalah kebaikan, kita harus menjadi yang pertama. Rasulullah bersabda, barang siapa yang melakukan kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala pengikut tersebut. Umar mengakui bahwa dia tidak bisa mengalahkan Abu Bakar dalam perlombaan bersedekah.
Enam - Saabiqu - Berlomba dengan cepat
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S. Al-Hadid, 57: 21) "Sabaqa" untuk mendapatkan surga. Menjadi nomor satu dan di dalamnya ada kecepatan.
Tujuh - Saari'u - Bersegera
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran, 3: 133) Beda sabaqa dan sara'a - Dalam Sabaqa kita ingin memenangkan kemenangan. Dalam sara'a tidak ada orang lain, kita ingin mendapatkan keridho'an Allah. Musabaqah halal dan baik. Lakukan sebaik-baik dan secepat mungkin.
Delapan - Fafirru - Lari
Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. (Q.S. Adz-Dzariat, 51: 50) "Farra" adalah lari sekuat tenaga. Larilah dari penderita lepra sebagaimana larimu ketika dikejar singa. "Firrar" hanya dilakukan ketika kamu takut. Bila kita takut kepada sesuatu, kita lari darinya. Biasanya setelah "farra" dilanjutkan dengan "min" (dari). Tapi "fafirru" dilanjutkan dengan "ila". Jadi kalau kita takut kepada Allah, kita lari kepada Allah. Kita takut dengan hukuman Allah dengan lari ke Allah. Orang munafik shalat dengan malas.
Berikut ini adalah terjemahan dari halaman di Astronesian Basic Vocabulary Database . Nampaknya masih perlu ada koreksi untuk bahasa Dayak-nya sendiri, begitu juga dengan terjemahannya. Untuk penerjemahan menggunakan Google Translate . Koreksi bahasa dibantu oleh Dra. Hernawaty, M.Kes. Untuk koreksi dari halaman ini dapat diberikan pada komentar. Upaya penerjemahan Kamus Bahasa Dayak - Jerman sedang berlangsung, dapat dipantau pada: Kamus Dayak Ngaju - Indonesia .
Toko ini terletak di Jl. Kapuas Seberang I, Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Teleponnya adalah (0513) 23655. Toko ini menjual berbagai souvenir khas Kapuas seperti perahu naga yang terbuat dari getah nyatu (sebagaimana tampak dalam gambar berikut ini): Perahu naga dari getah nyatu
Kata benda dengan awalan Jalah toh bujur. - Huma te korik. - Lewu toh hai tuntang bahalap. - Ie oloh korik. (tingkat rendah). - Danum jetoh papa. - Oloh te bujur. - Kabon korik te bahalap. - Huma toh dia hai. - Andau toh andau hai. Kalimat sederhana yang dibentuk dari kata sehari-hari Ingat: Kalimat biasanya dimulai dengan subyek , diikuti dengan predikat dan obyek . Diawal kalimat anda juga meletakkan kata yang harus ditekankan. Kemurnia suku juga penting. Tensesnya dibentuk oleh "aton", nya; "jari", sudah; "kareh," masa depan, akan, dan "akan," akan, harus, semuanya mendahului kata kerja. Seringkali tense hanya hasil dari konteks. omba, pergi bersama-sama awi , lakukan, lakukanlah dumah , datang buli , kembali ke nahuang, handak, maku, ingin imbit , itu akan dibawa gau , mencari harati , memahami Aku omba keton. Aku ikut denganmu. Omba aku , pergi dengan saya Awi te ! Lakukan itu Imbit danum ! Bawa air Bu...
Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!