Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Seminar Kesehatan PATELKI 2019

dr. Arlan Prabowo, Sp.PK

Widjiati, SKM, MPH

Pelantikan pengurus Patelki Kapuas dan Pulang Pisau

Agus, S.Si, M.MKes
Pada hari Ahad, 25 Agustus 2019 bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Seminar Kesehatan PATELKI 2019. Kegiatan ini mengambil tema: Peran Tenaga Kesehatan Dalam Mensukseskan Program Nasional Kementerian Kesehatan. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah:

  • dr. Tri Setyautami, MPHM
  • dr. Rintho Tangkudung, Sp.B
  • dr. Arlan Prabowo, M.Sc, Sp.PK
  • Agus, S.Si, M.MKes
  • Dwi Widjajannti, SST
  • Ariana, SST
Kegiatan ini disandingkan dengan pelantikan Pengurus Patelki Cabang Kapuas dan Pulang Pisau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan