Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Sosialisasi Program Rujuk Balik Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Mitra BPJS Cabang Palangka Raya


Pada hari Selasa, 27 Agustus 2019 bertempat di Aula Kasongan, Hotel Neo Palangka Raya, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Rujuk Balik (PRB) dan Penanganan Pengaduan Fasilitas Kesehatan Kesehatan Tingkat Lanjutan Mitra BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya Tahun 2019. Dalam kegiatan ini disampaikan materi oleh Bapak Mukhlis Almawan. Setelah presentasi diadakan diskusi dan tanya jawab seputar permasalahan PRB dan pengaduan, setelah itu dilakukan Quiz untuk melihat sejauh mana peserta memahami materi yang disampaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan