The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Sosialisasi Program Rujuk Balik Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Mitra BPJS Cabang Palangka Raya


Pada hari Selasa, 27 Agustus 2019 bertempat di Aula Kasongan, Hotel Neo Palangka Raya, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Rujuk Balik (PRB) dan Penanganan Pengaduan Fasilitas Kesehatan Kesehatan Tingkat Lanjutan Mitra BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya Tahun 2019. Dalam kegiatan ini disampaikan materi oleh Bapak Mukhlis Almawan. Setelah presentasi diadakan diskusi dan tanya jawab seputar permasalahan PRB dan pengaduan, setelah itu dilakukan Quiz untuk melihat sejauh mana peserta memahami materi yang disampaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas