Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

"Tidak bermazhab" adalah mazhab baru

Syaikh Yasir Qadhi menjelaskan bahwa tidak ada masalah dengan mengikuti mazhab, meskipun beliau agak merasa kurang pas dengan istilah "wajib bermazhab". Karena pada hakekatnya orang yang bermazhab adalah berupaya untuk menginterpretasikan apa yang ada dalam Qur'an dan Sunnah.

Bahkan menurut beliau, bila ada orang yang tidak mau bermazhab, pada hakekatnya sudah membuat mazhab yang baru.

Saya jadi ingat dengan istilah "non-blok". Jadi ketika negara tidak ikut dengan "Blok Barat" atau "Blok Timur" dan menyatakan diri "Non-Blok", pada hakekatnya mereka membuat blok baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)