Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Staf Kementerian Kelautan dan Perikanan berkunjung ke Ponpes Al-Amin Kapuas




Pada hari Selasa, 8 Oktober 2019, Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas mendapat kunjungan dari staf Kementerian Kelautan dan Perikanan yang didampingi oleh staf Dinas Kelautan Provinsi Kalimantan Tengah serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kapuas dalam monitoring pemanfaatan kolam bioflok.

Menurut staf kementerian kelautan, pengelolaa bioflog di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas cukup baik. Tempat-tempat lain yang mendapatkan bantuan yang sama, sudah  tidak lagi menggunakan bioflok.

Foto dan berita dikirimkan oleh Pak Giyar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)