The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

"Meet Up" pertama pemandu lokal (Local Guide) di Kuala Kapuas - 15 Februari 2020

Pada hari Sabtu, 15 Februari 2020 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas akan dilaksanakan kegiatan pemandu lokal (Local Guide) Kuala Kapuas yaitu Worldwide Hospital Edit Walk V3.0. Kegiatan ini berusaha untuk memperbaiki pemetaan tempat-tempat yang biasa dikunjungi masyarakat di rumah sakit, serta perbaikan pemetaan fasilitas kesehatan yang ada di daerah setempat.

Dalam kegiatan ini direncanakan akan dilakukan perbaikan pemetaan di rumah sakit serta beberapa praktek dokter yang ada di Apotek Mujarab dan Apotek Murah. Untuk bergabung, silahkan kunjungan halaman berikut:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas