Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Sabar adalah Sinar - Hadits ke-23 Arba’in Nawawi – Ustadz Suriani JIddy, Lc





Kalimat Nabi tentang Shalat adalah Shalat itu adalah nuur. Sekarang Sabar adalah dhiya.

10:5 – Matahari dhiya (bersinar) dan bulan nuur (bercahaya). Dhiya itu adalah sinar yang timbul dari benda itu sendiri. Cahaya bulan adalah pantulan dari matahari.

Dalam bahasa Indonesia sinar sama dengan cahaya.

Kata-kata yang terdapat di dalam Qur’an tidak ada yang sama maknanya, walaupun nanti diartikan sebagai sesuatu yang sama.

Kemu’jizatan Al-Qur’an dapat dilihat dari bahasa aslinya. Terjemahan Qur’an tidak bisa untuk melihat mu’jizat Qur’an.

Sabar artinya menahan (imsak). Antara sabar dan puasa sangat erat hubungannya. Orang yang puasa harus sabar. Ketika sabar disebut sinar, maka itu adalah makna istilah.

Amal ada yang lahir dan batin.

Amal lahir misalnya shalat, wudhu’, duduk di majelis ilmu, silaturahim, baca Qur’an.

Amal batin letaknya di hati, misalnya niat, keikhlasan, sabar. Amal batin jauh lebih utama dari amal lahir. Mestinya kita lebih fokus pada amal batin dari amal lahir. Amal lahir kita sebanyak apapun tidak akan bermakna kalau tidak ikhlas.

Amal lahir dikaji dalam pelajaran fikih, mulai dari thaharah (suci pakaian, badan, tempat). Syarat-syarat sahnya shalat: menghadap kiblat, menutup aurat. Dalam fikih tidak dibicarakan amal batin.

Amal batin, ada yang menyebutnya tasawuf, ada juga yang menyebutnya suluk, ada lagi yang mengatakan akhlak. Abul a’la al maududi menyebutnya tasawuf. Hamka menyebutnya tasawuf. Shalat tidak cukup kebersihan pakaian, tempat, badan, tapi juga yang penting adalah kebersihan hati.

Sabar secara bahasa menahan. Secara istilah sabar adalah menahan diri dari perbuatan yang diharamkan. Menahan diri untuk selalu melaksanakan perintah Allah SWT. menahan diri dari berkeluh kesah ketika menghadapi musibah atau menerima takdir Allah SWT.

Sabar dibagi 3:
1.       Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan
2.       Sabar dalam menjalankan ketaatan
3.       Sabar dalam menghadapi musibah

Maksiat itu enak, buktinya banyak yang melakukannya. Ketika melaksanakan maksiat, kita tidak perlu mengadakan perlawanan. Meninggalkan maksiat perlu perlawanan.

Ali Thanthawi mengumpamakan maksiat itu seperti air, mengalir ke tempat yang rendah. Air itu untuk menaikkan ke tempat yang tinggi maka perlu tenaga seperti menimba.

Surga diliputi oleh sesuatu yang tidak disukai oleh banyak orang, sedangkan neraka diliputi oleh sesuatu yang dicenderungi oleh banyak orang.

Keutamaan Sabar

13: 22 – dan orang-orang yang sabar mencari keridhoan Tuhannya

Menahan diri itu tujuannya adalah mencari keridho’an Allah SWT.

Maling itu sabar menahan kantuk, menahan dingin.

Sabar yang bernilai adalah yang mencari ridho Allah SWT. kita tidak berzina bukan karena takut penyakit tapi karena takut kepada Allah SWT.

13:23 balasan bagi orang-orang yang sabar yaitu masuk surga beserta keluarganya

13: 24 ucapan selamat dari malaikat untuk ahli surga karena kesabaran mereka

Ulama Mesir mengatakan: kalau dulu manusia belajar maksiat kepada setan, sekarang setan belajar maksiat kepada manusia.

Yusuf Qardhawi menulis buku: Sabar dalam perspektif Qur’an dan Sunnah

42: 43 – tetapi orang-orang yang sabar dan memaafkan kesalahan orang lain, itu merupakan perbuatan yang diutamakan.

Orang yang sabar atas penderitaan dan memaafkan orang-orang yang menzaliminya, maka sabar merupakan hal yang wajib dilakukan. Kewajiban secara hukum secara hukum yang harus dilaksanakan.

Abdullah bin Mas’ud – sabar itu separuh dari keimanan

Ali bin Abi Thalib – kedudukan sabar dalam iman seperti kedudukan kepala dengan badan. 

Kesabaran dan iman tidak bisa dipisahkan. Kalau kesabaran hilang, hilanglah imannya. Apabila kesabaran hilang, maka hilanglah keimanannya.

Orang yang tidak sabar dengan musibah akan berkeluh kesah.

Hadits Qudsi – siapa yang tidak sabar dengan musibah yang Aku berikan dan tidak ridho dengan ketetapan yang Aku berikan, hendaklah dia keluar dari bawah langitKu dan carilah Tuhan selain Aku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)