Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Sedekah Sebagai Bukti Keimanan - Hadits ke-23 Arba’in Nawawi – Ustadz Suriani Jiddy, Lc






Sedekah adalah bukti nyata adalah sedekah sebagai bukti keimanan.

Sedekah berasal dari bahasa Arab – shidiq yang artinya benar, lawannya kazib, dusta.

Sedekah bukti nyata benarnya iman. Iman yang benar adalah sejalan antara keyakinan, ucapan dan perbuatan.

Secara umum sedekah adalah menginfakkan harta di jalan Allah.

Zakat itu disebut sedekah.

Tasbih, tahmid, tahlil, menyuruh kebaikan, melarang keburukan, hubungan intim adalah sedekah.
Nabi pernah bertanya kepada para sahabat tentang orang yang bangkrut (muflis), menurut Nabi mereka adalah orang yang banyak kebaikan, pahala jerih payahnya habis karena berbuat kezaliman (mencela, mencaci, membunuh fisik / karakter).

Nabi juga pernah bertanya tentang orang yang paling cerdas, menurut Nabi orang yang pintar adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak membuat persiapan untuk kematian tersebut.

Proses deislamisasi bahasa: upaya musuh Islam untuk menjauhkan kaum Muslimin dari pemahaman yang benar dengan mengubah istilah Islam menjadi makna yang jauh dari makna aslinya.

Contoh dalam aturan disebutkan bahwa calon kepada daerah harus orang yang bertakwa. Dalam definisi Qur’an, takwa ada unsur iman kepada Allah. Namun makna itu dalam aturan Cuma berarti percaya pada Tuhan, meskipun tuhannya adalah berhala.

Ilmu mengantarkan pada Allah, Nabi dan Qur’an. Ilmu itu adalah apa-apa yang dibawa oleh para sahabat.

Ilmu sekarang Cuma dianggap sebagai informasi. Informasi tidak selalu bisa dianggap sebagai ilmu.
Iman bukan hanya tidak percaya. Sila pertama adalah tauhid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"