Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Balai Budi Daya Air Tawar Mandiangin kunjungi Bioflok Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas



Pada hari Jum'at, 13 Maret 2020 staf dari Balai Budi Daya Air Tawar (BBAT) Mandiangin, Bapak Wahyu dan rombongan berkunjung ke bioflok Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memantau kolam bioflok dan wawancara tentang pengembangan pemeliharaan cacing sutra untuk pakan larva pemijahan ikan lele...patin demi kelangsungan pembibitan ikan di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas. 

Foto dan berita dikirimkan oleh Pak Giyar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"