The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Verifikasi lapangan dalam rangka pembangunan tempat cuci tangan pada Pondok Pesantren menyambut new normal







Pada hari Senin, 27 Juli 2020 bertempat di aula Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Survei dan Verifikasi Lapangan Pengumpulan Data-data Aktual Fasilitas Dalam Rangka Pembangunan / Perbaikan Sarana Tempat Cuci Tangan, Tempat Wudhu dan MCK Pada Pondok Pesantren Menyambut New Normal. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari pondok pesantren di Kabupaten Kapuas.

Dalam pertemuan ini, Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas mendapat kehormatan untuk mewakili penerimaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan / perbaikan tempat cuci tangan, tempat wudhu dan MCK yang diterima oleh Bapak Sugiyarto.

Foto dan berita dikirimkan oleh Bapak Giyar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas