Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Verifikasi lapangan dalam rangka pembangunan tempat cuci tangan pada Pondok Pesantren menyambut new normal







Pada hari Senin, 27 Juli 2020 bertempat di aula Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Survei dan Verifikasi Lapangan Pengumpulan Data-data Aktual Fasilitas Dalam Rangka Pembangunan / Perbaikan Sarana Tempat Cuci Tangan, Tempat Wudhu dan MCK Pada Pondok Pesantren Menyambut New Normal. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari pondok pesantren di Kabupaten Kapuas.

Dalam pertemuan ini, Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas mendapat kehormatan untuk mewakili penerimaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan / perbaikan tempat cuci tangan, tempat wudhu dan MCK yang diterima oleh Bapak Sugiyarto.

Foto dan berita dikirimkan oleh Bapak Giyar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"