Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Vaksin COVID-19 sampai ke Puskesmas Melati





Pada hari Sabtu, 23 Februari 2021 Vaksin Covid 19 Tahap 1 telah sampai di Puskesmas Melati pukul 09.00 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI. Vaksin ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dengan rincian sebagai berikut: Puskemas Melati sebanyak 94 orang, RSUD Kapuas 175 orang, Labkesda 4 orang, Instalasi Farmasi 4 orang dan Dinas Kesehatan sebanyak 25 orang. Jumlah vaksin yang diterima 604 vial. Setiap tenaga kesehatan akan mendapatkan 2 dosis dengan interval waktu 14 hari.

Foto dan berita dikirimkan oleh Bapak M. Hipni

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)