Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Menghapal Qur'an seperti orang yang naik gunung - Ustadz Abdul Aziz Abdur Rouf, Al-Hafidz, Lc

Beda kalau yang bicara adalah orang yang sudah hapal Qur'an dan mengajarkannya. Beliau memberi banyak sekali tip-tip yang menarik dalam menghapalkan Qur'an.

Beliau mengamini semua sikap orang dalam berinteraksi bersama dengan Qur'an baik itu:

  • Belajar membaca
  • Membaca
  • Menghapal
  • Membaca terjemah
  • Membaca tafsir
  • Mengajarkan Qur'an
Ketika ditanya tentang bagaimana menyemangati diri saat merasa kesulitan dalam menghapal. Beliau menyarankan agar kita bersikap seperti orang yang naik gunung. Kalau tidak bisa cepat, cukup jalan selangkah-selangkah, namun tetap berjalan. Jadi kalau lagi malas untuk menghapal, perbanyak untuk membaca Qur'an. Misalnya membaca surat yang mau dihapal sebanyak 50 kali.

Ketika ditanya tentang bagaimana memotivasi anak untuk menghapal Qur'an. Beliau mengingatkan bahwa menghapal Qur'an ini bukan perlombaan. Tidak ada bahasa gagal dalam menghapal Qur'an. 

Beliau mengajak kita untuk bersabar bersama Qur'an, sampai setan bosan untuk menggoda. 

Beliau mengajak para orang tua untuk bisa membentuk lingkungan Qur'an di rumah masing-masing. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"