Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Perbedaan nasib pohon (diumpamakan pada pemimpin)

Ada pohon yang bisa bertahan sampai mati dengan tetap tegak pada posisi semula.

Ada pohon yang tumbang karena angin kencang.

Ada pohon yang ditebang karena khawatir kalau pohon tersebut akan tumbang dan mengganggu transportasi atau jatuh menimpa rumah dan lain-lain.

Ada pohon yang ditebang karena ada pesta yang akan diselenggarakan di tempat pohon tersebut tumbuh.

Apa yang terjadi dengan pohon tersebut juga terjadi dengan pemimpin.

Ada pemimpin yang tetap dalam kedudukannya sampai habis masanya.

Ada pemimpin yang terpaksa berhenti dari jabatan karena korupsi.

Ada pemimpin yang dipaksa berhenti karena demonstrasi dari rakyat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas