Pendidikan dan Gizi: Peran Penting Makanan di Sekolah untuk Pembelajaran dan Kesetaraan

Gambar
  Bagi anak-anak di berbagai negara, termasuk di sekitar kita, makanan bergizi yang mereka santap di sekolah seringkali menjadi penentu; antara masuk kelas atau tinggal di rumah, antara berhasil lulus ujian atau tertinggal pelajaran. Program makan di sekolah telah terbukti menjadi salah satu investasi paling praktis dan efektif yang dapat dilakukan sebuah negara untuk meningkatkan kehadiran siswa, memperkuat hasil belajar, dan memajukan kesetaraan, terutama di tengah situasi krisis. Artikel ini diadaptasi dari tulisan Anna Horner, Koordinator Senior UN-Nutrition, dan Alexandra Newlands, Kepala Jaringan Masyarakat Sipil SUN (Scaling Up Nutrition). Dalam tulisan mereka, ditekankan bagaimana program makanan di sekolah menjadi contoh nyata bahwa gizi dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Belajar dari Filipina dan Brazil Gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) telah menunjukkan kekuatan kolaborasi untuk mengubah konsep integrasi menjadi aksi nyata. Pada Oktober 2025, per...

Catatan webinar Kajian Ayah Borneo

 

Pada hari Sabtu, 1 Mei 2021 bertempat di Zoom Meeting diselenggarakan kegiatan Kajian Ayah Borneo. Kegiatan ini diisi oleh Bapak Irwan Rinaldi.

Beliau menyampaikan pentingnya membangun prinsip keayahan mulai dari anak-anak sampai dewasa.

Beliau juga menyampaikan hasil survei tentang keayahan yang menunjukkan bahwa para orang tua di Indonesia lebih mengandalkan sekolah dalam rangka untuk membentuk kesolehan anak.

Irwan Rinaldi melihat bahwa pendidikan kita kurang memberikan stimulasi terhadap perkembangan keayahan dan keibuan dari seorang anak.

Beliau juga mengkritisi sikap sekolah yang lebih mempromosikan fasilitas ketimbang masalah watak.

Beliau juga mengkritik sikap ayah yang tidak berpikir tentang apa yang akan dia minta dari pihak sekolah ketika mereka menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Ketika menjawab pertanyaan tentang kapan anak masuk "boarding school", beliau menjawab bahwa ini sangat bergantung pada kesiapan orang tua dalam menyiapkan anaknya.

Pak Irwan menyebutkan bahwa anak-anak yang narkoba kebanyakan "father hunger".

Beliau mengusulkan agar meningkatkan gaji guru untuk memperbaiki kualitas pendidikan anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas