Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Catatan webinar Kajian Ayah Borneo

 

Pada hari Sabtu, 1 Mei 2021 bertempat di Zoom Meeting diselenggarakan kegiatan Kajian Ayah Borneo. Kegiatan ini diisi oleh Bapak Irwan Rinaldi.

Beliau menyampaikan pentingnya membangun prinsip keayahan mulai dari anak-anak sampai dewasa.

Beliau juga menyampaikan hasil survei tentang keayahan yang menunjukkan bahwa para orang tua di Indonesia lebih mengandalkan sekolah dalam rangka untuk membentuk kesolehan anak.

Irwan Rinaldi melihat bahwa pendidikan kita kurang memberikan stimulasi terhadap perkembangan keayahan dan keibuan dari seorang anak.

Beliau juga mengkritisi sikap sekolah yang lebih mempromosikan fasilitas ketimbang masalah watak.

Beliau juga mengkritik sikap ayah yang tidak berpikir tentang apa yang akan dia minta dari pihak sekolah ketika mereka menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Ketika menjawab pertanyaan tentang kapan anak masuk "boarding school", beliau menjawab bahwa ini sangat bergantung pada kesiapan orang tua dalam menyiapkan anaknya.

Pak Irwan menyebutkan bahwa anak-anak yang narkoba kebanyakan "father hunger".

Beliau mengusulkan agar meningkatkan gaji guru untuk memperbaiki kualitas pendidikan anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas