Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Evolusi manusia dilihat dari sudut pandang genetik


Saat menonton video diatas, saya melihat ada diagram yang menggambarkan bagaimana perkembangan mutasi dari SARS-Cov-2 (virus penyebab COVID-19). Diagram tersebut mengingatkan saya pada diagram evolusi manusia. Menariknya diagram evolusi manusia tidak bisa menemukan siapa yang menjadi asal usul dari manusia.

Gambar diatas menunjukkan bahwa kita masih belum tahu dari siapa manusia berasal menurut perspektif genom.

Namun dari perspektif agama hal itu sudah lama selesai. Kita berasal dari Adam dan Hawa. Bahkan secara genom kita tidak sama dengan Homo Neanderthal:



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"