The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Melihat proses pembuatan vaksin COVID-19 oleh Pfizer


Saat melihat proses pembuatan vaksin COVID-19 oleh Pfizer, saya terkagum-kagum. Begitu banyak proses yang harus dilakukan dimulai dari produksi plasmid, penggandaan plasmid dalam bakteri, kemudian digunakan dalam produksi DNA. Dari DNA kemudian dibuat mRNA. Kemudian mRNA dibungkus dalam selubung yang membuatnya stabil untuk disimpan. Kemudian proses berlanjut sampai akhirnya vaksin tersebut digunakan dalam proses vaksinasi.

Melihat kerumitannya, entah kapan Indonesia akan mampu memproduksi vaksin dengan cara demikian.

Untuk melihat proses pembuatan vaksin tersebut, silakan mengklik tautan dibawah ini:

https://www.nytimes.com/interactive/2021/health/pfizer-coronavirus-vaccine.html?smid=url-share


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas