Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Tahun 2015 Indonesia menyumbang 5,75% sampah plastik ke laut

 

Sumber: https://ourworldindata.org/ocean-plastics

Melihat kondisi di atas, ada baiknya kita mulai mengurangi penggunaan plastik sebisa mungkin. Kita bisa mulai dengan membawa termos atau botol air ke kantor. Beberapa toko di Kuala Kapuas sudah mulai menawarkan untuk menggunakan kantong pembawa barang yang tidak terbuat dari plastik. Sudah ada juga hadiah yang dikirimkan yang berupa tas yang tidak terbuat dari plastik.

Upaya kota tetangga, Banjarmasin yang mengharuskan toko-toko menyediakan kantong yang dapat didaur ulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)