Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Tahun 2015 Indonesia menyumbang 5,75% sampah plastik ke laut

 

Sumber: https://ourworldindata.org/ocean-plastics

Melihat kondisi di atas, ada baiknya kita mulai mengurangi penggunaan plastik sebisa mungkin. Kita bisa mulai dengan membawa termos atau botol air ke kantor. Beberapa toko di Kuala Kapuas sudah mulai menawarkan untuk menggunakan kantong pembawa barang yang tidak terbuat dari plastik. Sudah ada juga hadiah yang dikirimkan yang berupa tas yang tidak terbuat dari plastik.

Upaya kota tetangga, Banjarmasin yang mengharuskan toko-toko menyediakan kantong yang dapat didaur ulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas