MDMC Kapuas Resmi Dibentuk untuk Periode 2025–2030

Sabtu, 2 Agustus 2025 Bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Barito, Kuala Kapuas, telah diselenggarakan rapat pembentukan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kapuas untuk periode 2025–2030. Melalui rapat tersebut, susunan kepengurusan MDMC Kapuas ditetapkan sebagai berikut: Ketua: Muhammad Hipni, S.Kep., Ners Wakil Ketua: Much. Busyrol Fuad, S.Psi Sekretaris: Endang Andriyani, S.Pd., M.Pd. Bendahara: Sri Agustina, A.Md. MDMC, atau Muhammadiyah Disaster Management Center , adalah lembaga penanggulangan bencana di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat koordinasi sumber daya Muhammadiyah dalam kegiatan penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun non-alam, di seluruh Indonesia. Dengan terbentuknya kepengurusan MDMC Kapuas, diharapkan akan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat Muhammadiyah terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Kapuas dan sekitarnya. Berita dikirim oleh Bapa...

Syukurlah Indonesia masih memblokir situs-situs porno

 Saat membaca artikel dalam situs Fully Human, penulis teringat dengan upaya Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) saat dipimpin oleh Bapak Tifatul Sembiring untuk menghalangi masuknya situs porno ke Indonesia. Untuk mengetes apakah upaya ini masih berjalan, penulis mencoba untuk mencari alamat-alamt situs porno yang dituliskan dalam artikel Pornography and Human Futures. Alhamdulillah tidak ada satupun situs-situs tersebut yang dapat diakses melalui browser karena muncul peringatan berikut:


Penulis sering menonton film-film dokumenter tentang pornografi di Kanopy, salah satu fasilitas yang diberikan oleh Queensland University of Technology untuk para alumninya. Dalam film-film tersebut digambarkan bagaimana parahnya pornografi di luar negeri. Bersyukur bisa tinggal di Indonesia yang tidak melihat hal-hal yang demikian.

Kalau melihat begitu parahnya pornografi di luar negeri, saya sering tidak habis pikir dengan para feminis yang meributkan masalah pembagian waris dalam Islam. Harusnya mereka memperjuangkan agar wanita tidak di eksploitasi dalam iklan-iklan dan dalam film-film porno di luar negeri.

Melihat pada dampak pornografi bagi masyarakat di luar negeri, saya jadi ingat dengan buku yang ditulis oleh Muhammad Qutb dengan judul Jahiliyah Abad 20. Buku ini mengkritik apa yang terjadi di dunia Barat khususnya menyangkut kemerosotan moral yang ada di sana. Beliau memprediksi bahwa keruntuhan hegemoni Barat diakibatkan oleh moralitas mereka yang buruk tersebut.

Meskipun sudah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno, dengan adanya Virtual Private Network (Jaringan Pribadi Virtual), maka pengguna internet dapat menembus pemblokiran yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo.

Ditambah lagi dengan makin banyaknya aplikasi film di Android dan iPhone yang berisi film-film dewasa, maka diperlukan upaya lebih lanjut agar pornografi dapat dikurangi aksesnya di Indonesia.

Penulis ingin mengetahui bagaimana sekarang kiprah dari Lembaga Sensor Film Indonesia terkait hal-hal diatas. Sayangnya saat menghubungi nomor telepon kontak, tidak ada yang mengangkat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas