BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Syukurlah Indonesia masih memblokir situs-situs porno

 Saat membaca artikel dalam situs Fully Human, penulis teringat dengan upaya Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) saat dipimpin oleh Bapak Tifatul Sembiring untuk menghalangi masuknya situs porno ke Indonesia. Untuk mengetes apakah upaya ini masih berjalan, penulis mencoba untuk mencari alamat-alamt situs porno yang dituliskan dalam artikel Pornography and Human Futures. Alhamdulillah tidak ada satupun situs-situs tersebut yang dapat diakses melalui browser karena muncul peringatan berikut:


Penulis sering menonton film-film dokumenter tentang pornografi di Kanopy, salah satu fasilitas yang diberikan oleh Queensland University of Technology untuk para alumninya. Dalam film-film tersebut digambarkan bagaimana parahnya pornografi di luar negeri. Bersyukur bisa tinggal di Indonesia yang tidak melihat hal-hal yang demikian.

Kalau melihat begitu parahnya pornografi di luar negeri, saya sering tidak habis pikir dengan para feminis yang meributkan masalah pembagian waris dalam Islam. Harusnya mereka memperjuangkan agar wanita tidak di eksploitasi dalam iklan-iklan dan dalam film-film porno di luar negeri.

Melihat pada dampak pornografi bagi masyarakat di luar negeri, saya jadi ingat dengan buku yang ditulis oleh Muhammad Qutb dengan judul Jahiliyah Abad 20. Buku ini mengkritik apa yang terjadi di dunia Barat khususnya menyangkut kemerosotan moral yang ada di sana. Beliau memprediksi bahwa keruntuhan hegemoni Barat diakibatkan oleh moralitas mereka yang buruk tersebut.

Meskipun sudah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno, dengan adanya Virtual Private Network (Jaringan Pribadi Virtual), maka pengguna internet dapat menembus pemblokiran yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo.

Ditambah lagi dengan makin banyaknya aplikasi film di Android dan iPhone yang berisi film-film dewasa, maka diperlukan upaya lebih lanjut agar pornografi dapat dikurangi aksesnya di Indonesia.

Penulis ingin mengetahui bagaimana sekarang kiprah dari Lembaga Sensor Film Indonesia terkait hal-hal diatas. Sayangnya saat menghubungi nomor telepon kontak, tidak ada yang mengangkat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)