Dicintai Saja Tidak Cukup, Kita Juga Perlu Merasa Dikenal

Gambar
  Banyak orang ingin dicintai. Namun, ada pertanyaan yang sering luput kita renungkan: bagaimana mungkin kita merasa benar-benar dicintai, kalau kita tidak merasa benar-benar dikenal? Pertanyaan ini menjadi inti tulisan Sonja Lyubomirsky dan Harry Reis dalam artikel How Can We Feel Loved If We Don’t Feel Known? yang dimuat di Behavioral Scientist. Keduanya adalah peneliti yang mendalami kebahagiaan dan hubungan antarmanusia. Mereka menjelaskan bahwa salah satu faktor besar yang membuat seseorang bahagia bukan sekadar memiliki banyak hal, tampak sukses, atau dikagumi banyak orang, melainkan merasa dicintai secara tulus . Namun, merasa dicintai ternyata tidak selalu mudah. Banyak orang sebenarnya memiliki keluarga, pasangan, sahabat, atau lingkungan yang peduli, tetapi tetap merasa kesepian, tidak dipahami, atau kurang dihargai. Menurut Lyubomirsky dan Reis, masalahnya sering kali bukan karena tidak ada cinta, melainkan karena cara kita memahami cinta kadang keliru. Dicintai Buk...

World Evidence-based Healthcare Day 2021 di Kapuas


Pada hari Senin, 18 Oktober 2021 bertempat di Zoom Meeting dilaksanakan kegiatan diskusi dalam rangka World Evidence-based Healthcare Day Tahun 2021. Kegiatan diskusi ini diisi dengan penyampaian materi oleh:
  • Drs. Edel Sitorus, M.Si, Apt tentang Terapi COVID-19
  • dr. Erny Indrawaty tentang Terapi Plasma Konvalesen untuk COVID-19
  • dr. Satria Ramli, Sp.MK tentang laboratorium dan COVID-19
  • dr. Agno Pajariu, Sp.Rad tentang radiologi dan COVID-19
kegiatan ini diikuti oleh staf RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

#WorldEBHCDay
#EvidenceFirst

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas