Hubungan Kuat Bukan Soal Menghindari Konflik, Tapi Cara Memperbaikinya

Gambar
  Kapuas.info - Banyak orang berpikir bahwa hubungan yang baik adalah hubungan tanpa konflik. Namun penelitian psikolog terkenal John Gottman menunjukkan hal sebaliknya. Selama bertahun-tahun, Gottman mengundang pasangan-pasangan ke laboratoriumnya di University of Washington. Ia meminta mereka membicarakan masalah nyata yang sedang mereka hadapi. Sementara itu, timnya memantau ekspresi wajah, nada bicara, detak jantung, dan tingkat stres mereka. Hasilnya mengejutkan. Ternyata konflik itu sendiri bukan penyebab hubungan gagal. Semua pasangan pasti bertengkar. Yang membedakan hubungan yang bertahan dan yang gagal adalah kemampuan untuk memperbaiki situasi dengan cepat . Perbaikan ini bisa sangat sederhana: nada bicara yang lebih lembut, sedikit humor, atau pengakuan seperti "Maaf, tadi kata-kataku terlalu keras." Pelajaran untuk Kehidupan Sehari-hari Pola ini tidak hanya berlaku untuk pasangan suami-istri, tapi juga untuk hubungan kerja dan persahabatan. Saat mulai bek...

Rapat Koordinasi Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat Kabupaten Kapuas

 


Pada hari Rabu, 10 November 2021 bertempat di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Pertemuan ini dihadiri oleh lintas sektor terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dan berbagai bidang di lingkungan dinas kesehatan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Bapak Apendi, SKM, MM menyampaikan bahwa angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kapus tertinggi di Kalimantan Tengah. Dari lebih dari 1000-an orang ODGJ di Kapuas, ada 15 orang yang dipasung. Beliau berharap semua lintas sektor dapat menyampaikan peran-peran yang bisa mereka berikan dalam menangani masalah ODGJ ini.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty menyampaikan bahwa ODGJ terdata sebanyak 1.024 orang yang terdiri dari kasus ringan 167 orang dan kasus berat 857. Di antara kasus berat tersebut ada 15 orang yang dipasung (di 10 desa). Pemasungan ini harus dihapuskan.

Paparan dari Dinas Sosial Kabupaten Kapuas menggambarkan peran dari rumah singgah. Selain itu juga digambarkan alur pelayanan dan pemberdayaan ODGJ. Ada juga kerjasama rumah singgah dengan PT. Asmin Barabronang dalam pelatihan menganyam bagi ODGJ.

Satpol PP menangani ODGJ berat. Penanganan ini berdasarkan aduan dari masyarakat. 

BPJS Kesehatan menyediakan pembiayaan terhadap ODGJ. Gangguan jiwa juga termasuk salah satu penyakit yang masuk Program Rujuk Balik (PRB). ODGJ yang gaduh gelisah bisa langsung dirujuk ke IGD di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, RSJ Kalawa Atei dan RSUD Sambang Lihum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas