DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Film ini mengubah pandangan saya terhadap "green energy"


Film diatas bercerita tentang upaya manusia untuk mengubah sumber energi dari batu bara atau minyak bumi menjadi energi yang terbarukan seperti angin, tenaga surya, nampaknya kurang efektif. Ini dibuktikan dengan gagalnya banyak proyek energi terbarukan tersebut.

Bahkan yang memprihatinkan adalah beberapa proyek yang dikatakan sebagai "zero carbon" justru menghancurkan hutan (menjadikan kayu sebagai bahan bakar).

Bahkan pembuat film melihat masalah utamanya bukan pada karbon, tapi pada manusianya.

Bila Anda tidak bisa menonton film diatas, film dari YouTube berikut ini mungkin bisa berguna:
 

Komentar

  1. We speak for green energy around the world, automotive and other electrical component companies are actively replacing fossil energy with electric/battery energy, but do you know how to get the main components from a battery? Yes, natural resource mining (nickel). So is it just a transfer of ideas out of fear of depleting one of the natural resource reserves?

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)