Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Film ini mengubah pandangan saya terhadap "green energy"


Film diatas bercerita tentang upaya manusia untuk mengubah sumber energi dari batu bara atau minyak bumi menjadi energi yang terbarukan seperti angin, tenaga surya, nampaknya kurang efektif. Ini dibuktikan dengan gagalnya banyak proyek energi terbarukan tersebut.

Bahkan yang memprihatinkan adalah beberapa proyek yang dikatakan sebagai "zero carbon" justru menghancurkan hutan (menjadikan kayu sebagai bahan bakar).

Bahkan pembuat film melihat masalah utamanya bukan pada karbon, tapi pada manusianya.

Bila Anda tidak bisa menonton film diatas, film dari YouTube berikut ini mungkin bisa berguna:
 

Komentar

  1. We speak for green energy around the world, automotive and other electrical component companies are actively replacing fossil energy with electric/battery energy, but do you know how to get the main components from a battery? Yes, natural resource mining (nickel). So is it just a transfer of ideas out of fear of depleting one of the natural resource reserves?

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas