Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Virtual Universal Prepaid Mastercard

 

Minggu lalu saya mendapatkan "gift" sebesar $10. Pada waktu mengklaim hadiah tersebut ada beberapa pilihan. Saya memilih untuk menjadikannya dalam bentuk kartu debit Mastercard (sebagaimana gambar di atas). 

Saya mencoba untuk menggunakan kartu ini sebagai salah satu cara pembayaran di akun Amazon. Sayangnya kartu ini tidak diterima. Meskipun alamat kartu ini dibuat dengan alamat Indonesia, tapi kartu ini tidak diakui berasal dari Indonesia. 

Saya mencoba untuk menggunakan kartu ini untuk menjadi cara pembayaran di Apple TV+ Indonesia. Kartu ini juga tidak diakui bahwa ia berasal dari Indonesia.

Akhirnya dengan menggunakan VPN saya membuat akun Apple dengan alamat di Amerika. Dengan cara ini barulah kartu di atas bisa digunakan untuk berbagai transaksi di Apple.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"