Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Suhunya lebih atau sama dengan 40 derajat Celcius

 

Saat pulang dari kantor (Kamis, 24 Maret 2022 pukul 15.40), matahari bersinar sangat terik. Ketika keluar dari mobil, kunci mobil saja terasa panas sekali. Saya penasaran, berapa sih suhunya sekarang.

Saya lalu mengambil termometer yang ada di kamar lalu saya letakkan di jemuran yang ada di belakang rumah, langsung berhadapan dengan sinar matahari.

Rupanya suhunya mentok ke angka 40 derajat Celcius. 

Mungkin termometer ini tidak tepat untuk mengukur suhu matahari langsung. Tapi paling tidak saya ada gambaran, rupanya suhunya sangat panas sekali bila terpapar matahari secara langsung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas