Know Your Lemons sudah membantu upaya deteksi dini penyakit tidak menular di Indonesia

Gambar
  Terhitung sejak bulan Mei 2022, sudah lebih dari 1.000 orang yang mendapatkan penyuluhan tentang deteksi dini kanker payudara menggunakan metode Know Your Lemons .  Saat ini di Indonesia sudah ada dua orang Certified Know Your Lemons Global Educators yaitu: Jum'atil Fajar di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah Zahrin Afina, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah Untuk menjadi penyuluh di Know Your Lemons, Anda harus mengisi formulir aplikasi dulu. Setelah itu Anda akan dihubungi oleh community manager  melalui email. Mereka akan menanyakan latar belakang Anda ingin terlibat. Setelah itu anda akan diminta untuk mengikuti mengikuti kursus online. Bila Anda lulus dari kursus tersebut, maka akan akan menjalani masa orientasi. Setelah itu Anda akan dimasukkan dalam daftar Know Your Lemons Global Educators .  Meskipun sekarang pemeriksaan payudara sendiri dinilai tidak berpengaruh terhadap penemuan kanker payudara secara dini, American Cancer Society tetap merekomendasikan agar para wanita me

Pengalaman mengikuti 2022 IPAC Canada National Education Conference secara virtual

 


Sejak tahun 2018, saya selalu memotivasi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) yang ada di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas untuk mendaftarkan diri untuk mendapatkan "scholarship" agar dapat mengikuti IPAC Canada conference. Namun dari beberapa kali usaha, hal tersebut belum berhasil dilakukan.

Informasi tentang IPAC Canada kami peroleh dari Peter Webber dari Webber Training. Beliau setiap tahun selalu menginformasikan ketersediaan beasiswa untuk mengikuti IPAC Canada.

Pada tanggal 2 Februari 2022, Paul Webber mengirimkan email yang menyampaikan bahwa sebagai anggota Webber Training di Indonesia, saya diundang untuk mendaftar untuk akses gratis pada "2022 conference of Infection Prevention and Control Canada (IPAC Canada) yang akan berlangsung secara virtual dari tanggal 25 sampai 27 April 2022. Saya langsung mendaftar menggunakan informasi yang diberikan dan berhasil. 

Pada tanggal 19 April 2022 saya mendapatkan email selamat datang dari panitia yang menjelaskan tentang berbagai hal seputar konferensi tersebut mulai dari platform, sesi, evaluasi, pameran, permainan, penggalangan dana, sertifikat kehadiran, hashtag di sosial media, sponsor serta kode etik selama mengikuti konferensi. Diakhir email dicantumkan email dan password untuk mengakses platform.

Saya langsung mencoba platform (pheedloop) tersebut dan menjelajahi berbagai macam hal yang ada di sana, termasuk "gamification".

Pada hari Senin, 25 April 2022 saya menyempatkan diri untuk mengikuti "Opening Address & Keynot Presentation: The Collective Trauma Post Pandemic - how do we move forward together?" yang disampaikan oleh Dr. Christine Gibson yang terkenal sebagai Tiktok Traumadoc. Ketika acara dimulai, video-nya tidak tampil. Rupanya videonya menggunakan Vimeo, sedangkan Vimeo dilarang di Indonesia. Akhirnya saya menggunakan Cisco AnyConnect VPN. Setelah menggunakan VPN, barulah saya bisa mengikuti sesi tersebut.

Sayangnya sesi ini berlangsung di malam hari. Saya mendengarnya sambil tidur-tiduran dan akhirnya tertidur dan baru terbangun kembali menjelang sahur. 

Setelah shalat Subuh saya kembali mengikuti sesi "Evening Program: IPAC Canada President's Address; Guest Presentor: Joze Piranian". Saat mengikuti sesi tersebut saya baru tahu bagaimana panitia meletakkan "gamification code" di "chat room". 

Setelah itu saya mengikuti sesi "Networking - Come Gather With Us!". Panitia menggunakan aplikasi Gather Town. Saat memulai aplikasi ini, kita harus membuat avatar, setelah itu baru masuk dalam aplikasi. Di dalam aplikasi tersebut, kita bisa berkunjung ke berbagai tempat dan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di dalamnya sambil mengumpulkan "gamification code".

Saat berkunjung ke atap dalam aplikasi Gather, saya melihat ada "Joze Piranian" di sana. Saya bergabung dengan orang-orang yang sedang mengobrol dengan beliau. Saat ada kesempatan untuk mengobrol, saya bertanya kepada beliau tentang apakah "stutter" (gagap) ini adalah apa yang juga di alami oleh Nabi Musa? Beliau membenarkan hal tersebut. Kemudian saya bertanya apakah gagap itu muncul ketika kita merasa ketakutan atau emosi yang berlebihan? Beliau menyatakan tidak. Gagap ini tetap ada, meskipun kondisi emosional beliau biasa-biasa saja.

Inilah pengalaman mengikuti hari pertama IPAC Canada 2022.

#IPAC2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

3 Penyebab Isra' Mi'raj