Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Pengalaman mengikuti 2022 IPAC Canada National Education Conference secara virtual

 


Sejak tahun 2018, saya selalu memotivasi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) yang ada di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas untuk mendaftarkan diri untuk mendapatkan "scholarship" agar dapat mengikuti IPAC Canada conference. Namun dari beberapa kali usaha, hal tersebut belum berhasil dilakukan.

Informasi tentang IPAC Canada kami peroleh dari Peter Webber dari Webber Training. Beliau setiap tahun selalu menginformasikan ketersediaan beasiswa untuk mengikuti IPAC Canada.

Pada tanggal 2 Februari 2022, Paul Webber mengirimkan email yang menyampaikan bahwa sebagai anggota Webber Training di Indonesia, saya diundang untuk mendaftar untuk akses gratis pada "2022 conference of Infection Prevention and Control Canada (IPAC Canada) yang akan berlangsung secara virtual dari tanggal 25 sampai 27 April 2022. Saya langsung mendaftar menggunakan informasi yang diberikan dan berhasil. 

Pada tanggal 19 April 2022 saya mendapatkan email selamat datang dari panitia yang menjelaskan tentang berbagai hal seputar konferensi tersebut mulai dari platform, sesi, evaluasi, pameran, permainan, penggalangan dana, sertifikat kehadiran, hashtag di sosial media, sponsor serta kode etik selama mengikuti konferensi. Diakhir email dicantumkan email dan password untuk mengakses platform.

Saya langsung mencoba platform (pheedloop) tersebut dan menjelajahi berbagai macam hal yang ada di sana, termasuk "gamification".

Pada hari Senin, 25 April 2022 saya menyempatkan diri untuk mengikuti "Opening Address & Keynot Presentation: The Collective Trauma Post Pandemic - how do we move forward together?" yang disampaikan oleh Dr. Christine Gibson yang terkenal sebagai Tiktok Traumadoc. Ketika acara dimulai, video-nya tidak tampil. Rupanya videonya menggunakan Vimeo, sedangkan Vimeo dilarang di Indonesia. Akhirnya saya menggunakan Cisco AnyConnect VPN. Setelah menggunakan VPN, barulah saya bisa mengikuti sesi tersebut.

Sayangnya sesi ini berlangsung di malam hari. Saya mendengarnya sambil tidur-tiduran dan akhirnya tertidur dan baru terbangun kembali menjelang sahur. 

Setelah shalat Subuh saya kembali mengikuti sesi "Evening Program: IPAC Canada President's Address; Guest Presentor: Joze Piranian". Saat mengikuti sesi tersebut saya baru tahu bagaimana panitia meletakkan "gamification code" di "chat room". 

Setelah itu saya mengikuti sesi "Networking - Come Gather With Us!". Panitia menggunakan aplikasi Gather Town. Saat memulai aplikasi ini, kita harus membuat avatar, setelah itu baru masuk dalam aplikasi. Di dalam aplikasi tersebut, kita bisa berkunjung ke berbagai tempat dan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di dalamnya sambil mengumpulkan "gamification code".

Saat berkunjung ke atap dalam aplikasi Gather, saya melihat ada "Joze Piranian" di sana. Saya bergabung dengan orang-orang yang sedang mengobrol dengan beliau. Saat ada kesempatan untuk mengobrol, saya bertanya kepada beliau tentang apakah "stutter" (gagap) ini adalah apa yang juga di alami oleh Nabi Musa? Beliau membenarkan hal tersebut. Kemudian saya bertanya apakah gagap itu muncul ketika kita merasa ketakutan atau emosi yang berlebihan? Beliau menyatakan tidak. Gagap ini tetap ada, meskipun kondisi emosional beliau biasa-biasa saja.

Inilah pengalaman mengikuti hari pertama IPAC Canada 2022.

#IPAC2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan