Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Pengalaman mengikuti 2022 IPAC Canada National Education Conference secara virtual

 


Sejak tahun 2018, saya selalu memotivasi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) yang ada di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas untuk mendaftarkan diri untuk mendapatkan "scholarship" agar dapat mengikuti IPAC Canada conference. Namun dari beberapa kali usaha, hal tersebut belum berhasil dilakukan.

Informasi tentang IPAC Canada kami peroleh dari Peter Webber dari Webber Training. Beliau setiap tahun selalu menginformasikan ketersediaan beasiswa untuk mengikuti IPAC Canada.

Pada tanggal 2 Februari 2022, Paul Webber mengirimkan email yang menyampaikan bahwa sebagai anggota Webber Training di Indonesia, saya diundang untuk mendaftar untuk akses gratis pada "2022 conference of Infection Prevention and Control Canada (IPAC Canada) yang akan berlangsung secara virtual dari tanggal 25 sampai 27 April 2022. Saya langsung mendaftar menggunakan informasi yang diberikan dan berhasil. 

Pada tanggal 19 April 2022 saya mendapatkan email selamat datang dari panitia yang menjelaskan tentang berbagai hal seputar konferensi tersebut mulai dari platform, sesi, evaluasi, pameran, permainan, penggalangan dana, sertifikat kehadiran, hashtag di sosial media, sponsor serta kode etik selama mengikuti konferensi. Diakhir email dicantumkan email dan password untuk mengakses platform.

Saya langsung mencoba platform (pheedloop) tersebut dan menjelajahi berbagai macam hal yang ada di sana, termasuk "gamification".

Pada hari Senin, 25 April 2022 saya menyempatkan diri untuk mengikuti "Opening Address & Keynot Presentation: The Collective Trauma Post Pandemic - how do we move forward together?" yang disampaikan oleh Dr. Christine Gibson yang terkenal sebagai Tiktok Traumadoc. Ketika acara dimulai, video-nya tidak tampil. Rupanya videonya menggunakan Vimeo, sedangkan Vimeo dilarang di Indonesia. Akhirnya saya menggunakan Cisco AnyConnect VPN. Setelah menggunakan VPN, barulah saya bisa mengikuti sesi tersebut.

Sayangnya sesi ini berlangsung di malam hari. Saya mendengarnya sambil tidur-tiduran dan akhirnya tertidur dan baru terbangun kembali menjelang sahur. 

Setelah shalat Subuh saya kembali mengikuti sesi "Evening Program: IPAC Canada President's Address; Guest Presentor: Joze Piranian". Saat mengikuti sesi tersebut saya baru tahu bagaimana panitia meletakkan "gamification code" di "chat room". 

Setelah itu saya mengikuti sesi "Networking - Come Gather With Us!". Panitia menggunakan aplikasi Gather Town. Saat memulai aplikasi ini, kita harus membuat avatar, setelah itu baru masuk dalam aplikasi. Di dalam aplikasi tersebut, kita bisa berkunjung ke berbagai tempat dan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di dalamnya sambil mengumpulkan "gamification code".

Saat berkunjung ke atap dalam aplikasi Gather, saya melihat ada "Joze Piranian" di sana. Saya bergabung dengan orang-orang yang sedang mengobrol dengan beliau. Saat ada kesempatan untuk mengobrol, saya bertanya kepada beliau tentang apakah "stutter" (gagap) ini adalah apa yang juga di alami oleh Nabi Musa? Beliau membenarkan hal tersebut. Kemudian saya bertanya apakah gagap itu muncul ketika kita merasa ketakutan atau emosi yang berlebihan? Beliau menyatakan tidak. Gagap ini tetap ada, meskipun kondisi emosional beliau biasa-biasa saja.

Inilah pengalaman mengikuti hari pertama IPAC Canada 2022.

#IPAC2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)