Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Kalo boleh tau suku nya apa ya kak? Dan juga terkait pengiriman balik lewat parngko itu bagaimana kak cara nya. Terimakasih
BalasHapusSaya orang Padang (Minang). Untuk pengiriman kembali sudah disediakan amplopnya, jadi kita tinggal ke kantor pos saja. Nanti di timbang dan disebutkan biayanya.
HapusPak awak rang minang juo... Sudah order myheritage... Cara bilang ke kantor pos bagaimana pak? Agar tidak tertolak?
HapusSaya jelaskan bahwa pengiriman ini sama dengan pengiriman surat biasa.
Hapus