DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Cari makan di Sydney Airport

 

Kami mendarat di Sydney pada pukul 06.18 waktu setempat (02.10 WIB). Kami sudah dapat pemberitahuan bahwa pesawat dari Sydney ke Brisbane yang seharusnya berangkat pada pukul 10.05 waktu Sydney, ditunda menjadi pukul 16.45, bahkan ketika tulisan ini ditulis, waktu keberangkatan di aplikasi Qantas adalah 17.05. Jadi kami menunggu di Sydney Airport lebih dari 10 jam.

Kami turun dari pesawat dan langsung menuju ke bagian imigrasi. Saya membantu ibu dari Palembang, membawakan kopernya ke bagian imigrasi. Setelah dari imigrasi, kami harus ke bagian bea cukai. Di sana kami harus berdiri di jalur merah dan mendapatkan pemeriksaan "biosecurity" oleh anjing pelacak.

Setelah itu kami keluar dari Terminal Satu menuju ke tempat transit menuju ke Terminal Tiga (terminal domestik untuk menuju ke Brisbane). 

Kami menunggu sebentar di terminal transit, kemudian dengan rombongan naik bis transit. Sesampainya di Terminat Tiga, kami langsung berpencar untuk mencari makan masing-masing.

Saat muter-muter, saya tanya sama salah seorang petugas di Sydney Airport yang pakai jilbab tentang makanan halal di bandara ini. Dia bilang bahwa semua daging dan ayam yang ada di bandara ini tidak halal. Jadi kalau mau makan bisa minta makanan yang lauknya ikan atau cari makanan yang tidak ada unsur dagingnya seperti "sweeties", sambil menunjuk donat yang ada di belakangnya.

Saya muter-muter melihat berbagai makanan yang ditawarkan di bandara ini. Ternyata banyak yang mengandung daging dan daging ayam. Banyak juga yang tidak seperti kentang goreng dan sejenisnya. Saya akhirnya memilih Krispy Kreme Doughnuts.

Untuk minumnya saya ambil "water fountain" yang ada di sudut bandara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)