DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Mencari arah kiblat dan tempat shalat di Sydney Airport

 


Setelah mengetik cukup lama di Krispy Kreme Doughnuts, saya merasa kedinginan. Saya memutuskan untuk jalan-jalan di seputar Terminal 3 Sydney Airport untuk menghangatkan badan, sekalian mencari-cari tempat untuk shalat Zuhur dan Ashar.

Saya bertanya kepada petugas bandara bagian "check in" yang sedang "break" (istirahat), orang Banglades. Dia tidak tahu dimana. Dia bilang bahwa dia baru tiga bulan di sini.

Saya lalu tanya lagi sama petugas "cleaning service" yang sedang mengangkut sampah. Dia bilang tidak ada "church" di sini. Waktu saya bilang bahwa saya Muslim, lalu dia menunjukkan kepada saya ruang tunggu penumpang. Waktu saya periksa, rupanya ada orangnya.

Sambil duduk, saya coba untuk melihat di Google, kemana arah kiblat. Untuk memastikan arah tersebut saya bertanya kepada petugas "boarding" di salah satu "gate". Karena belum yakin, saya lalu tanya lagi sama petugas "cleaning service" yang lain, yang berwajah Asia. Dia lalu menunjuk seorang "cleaning service" lain yang berwajah Arab. Dia lalu menunjukkan arah kiblat dengan HP yang dia miliki. Lalu dia mengajak saya ke tempat (foto diatas) yang dapat digunakan untuk shalat. Karena tempat tersebut jarang dilewati orang.

Waktu saya tanya sama petugas "cleaning service" tersebut, apakah dia orang Australia, dia bilang bahwa dia adalah orang Libanon. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)