Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Muslim Yang Seharusnya

Ditulis oleh: Ananda Aly Faza (Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Semester 1 IAIN Palangkaraya)


Kehidupan Islam masa kini mengalami turbulensi yang parah. Hal ini berdampak sangat besar terhadap kondisi umat Islam. Tak sedikit umat Islam yang kemudian justru mengidap Islamophobia. Sebagai seorang muslim marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, sudah seberapa pantas keIslaman kita?

Ketika Islam disebut, tak sedikit umat Islam yang justru minder dan tertular Islamophobia yang memandang Islam dengan berbagai stereotif seperti teroris, ekstrimis, fundamentalis, dan segenap fakta buruk yang semakin menjatuhkan nama baik Islam di mata dunia. Menurut Prof Dr Azyumardi Azra, Islamofobia tak hanya bertahan, tapi cendeung meningkat di amerika serikat sejak awal millennium baru yang terus berlanjut, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Donald Trumph.

“Virus” Islamophobia yang mengakar di barat dan berbagai belahan dunia lain, tak bisa dilepaskan dari Hollywood yang senantiasa menampilkan tokoh-tokoh berjenggot, bergamis, bersorban dan lain-lain sebagai pencitraan Islam sebagai tokoh teroris, ekstrimis dan pelaku-pelaku kejahatan brutal lainnya.

Hal yang sama akan kita dapati ketika kita melakukan searching di internet dengan kata kunci teroris, maka yang muncul adalah wajah-wajah yang identic dengan Islam atau Timur Tengah.

Kondisi Islamophobia yang menimpa sebagian umat Islam ini terjadi karena kurangnya pemahaman dan pengenalan mereka terhadap agama yang dianutnya. Kebanyakan penganut Islam yang mengidap Islamophobia ini tidak melaksanakan ajaran-ajaran Islam dalam kesehariannya. Bagi yang, perempuan banyak yang tidak peduli dengan batasan auratnya dan bergaul bebas dengan lelaki lain yang bukan muhrimnya. Hal itu juga menimpa kaum prianya yang mudah mengabaikan kewajiban shalat lima waktu. Bahkan saat Jumat tiba mereka pun juga tidak menunaikan shalat Jumat berjamaah tanpa alasan yang dibenarkan.

Sementara itu, tidak sedikit orang-orang non muslim yang berpikiran maju dan terbuka, ketika Islam disebutkan mereka memandangnya dengan pandangan positif dan beranggapan bahwa agama yang seharusnya dianut oleh semua orang adalah Islam. Karena berdasarkan kenyataan sejarah dan pandangan objektifnya terhadap ajaran Islam yang tercantum dalam Al Qur’an maupun Al Hadits.

Salah satunya adalah pernyataan Mutah Napoleon Bale, seorang rapper kelas dunia yang memutuskan memeluk Islam karena fakta-fakta kemanusiaan dan kedamian yang ia dapati dalam lingkungan masjid. Selama kariernya menjadi seorang rapper, Mutah mengakui baahwa ia bisa memenuhi semua kebutuhan dan keinginan hidupnya. “Namun saya merasa kosong dan tidak mengetahui tujuan hidup saya di dunia itu. Harta yang berlimpah itu hanya saya habiskan untuk bermabuk-mabukkan demi menghilangkan kegelisahan dan ketakuan saya menjalani kehidupan ini.”

Kisa Mutah bisa disimak di link https://www.youtube.com/watch?v=1vA89VUBrgM 

Sebagai seorang muslim, kita harus menyakini bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Apa buktinya? Coba kita perhatikan, Islam berasal dari akar kata salam yang berarti damai atau kedamaian.

Dalam bahasa Arab, Islam berasal dari kata istislaam yang berarti berserah diri. Dari arti katanya saja  kita  sudah dapat mengartikan bahwasanya Islam itu adalah agama yang damai, bukan teroris, ekstrimis ataupun fundamentalis sebagaimana klaim Hollywood dan para pembenci Islam lainnya.

Ajaran Islam sangat teliti, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi semua ada tata caranya atau ilmunya dalam Islam. Sebelum tidur seorang muslim dianjurkan untuk berwudhu lalu berdoa, dan masih banyak sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah.saw.

Dikutip Wikipedia, agama berperan sangat penting dalam mengatur sendi-sendi kehidupan manusia dan mengarahkannya kepada kebaikan bersama. Agama dan beragama adalah satu kesatuan namun memiliki makna yang berbeda. Agama merupakan sebuah ajaran kebaikan yang menuntun manusia kembali kepada hakekat kemanusiaannya Sedangkan beragama merupakan prinsip yang mendukung kebebasan individu atau masyarakat, untuk menerapkan agama atau kepercayaan dalam ruang pribadi atau umum. Nah sekarang penulis akan menjelaskan apa peran agama Islam dalam kehidupan manusia. Pada dasarnya agama Islam bertujuan untuk mengesakan Tuhan dan menjadikan manusia sebagai mahluk yang beradab dan berbudi luhur, Islam menyuruh manusia untuk mendirikan salat, karena dengan salat itulah cara kita untuk berinteraksi kepada tuhan yaitu Allah SWT. Islam dalam kehidupan juga berperan untuk sebagai penuntun pada jalan yang benar sesuai apa yang ada didalam pedoman hidup umat Islam yaitu Al-qur’an surah Al-fatihah ayat 6-7 yang artinya “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.

Islam juga berperan sebagai rambu – rambu atau peraturan dalam kehidupan kita, seperti halnya dalam kita sebagai warga negara yang juga ada peraturannya untuk ditaati dan apabila kita tidak menaati peraturan tersebut kita akan dihukum sesuai syarat yang berlaku. Islam memberi peraturan-peraturan tersebut juga untuk kebaikan diri umat itu tersendiri. Contohnya: Islam mengharamkan manusia untuk memakan ataupun meminum sesuatu yang haram, seperti memakan babi ataupun meminum minuman keras dan sebagainya. Mungkin beberapa orang berpendapat memakan babi adalah hal yang biasa saja begitupun meminum minuman keras. Tapi menurut penelitian, daging babi mempunyai banyak bakteri didalam tubuhnya yang apabila kita mengonsumsinya dapat menimbulkan penyakit. Begitu pula meminum minuman keras sangat banyak sekali hal-hal merugikan yang timbul apabila mengonsumsinya yaitu menyebabkan kerusakan saraf, gangguan jantung, menurunkan kecerdasan, mengganggu fungsi hati, dan masih banyak lagi. Mungkin pada zaman sekarang sebagian orang sudah menganggap hal hal yang sebenarnya merugikan diri mereka sendiri secara tidak sadar mereka membenarkan hal tersebut. Sampai sampai ketika ada teman atau orang sekitarnya memberi tahu apa yang terbaik untuk dirinya dia malah membantah hal tersebut.  

        Diera sekarang sangat mudah sekali menemukan hal-hal atau ajaran Islam yang sudah mulai menjauh dari syariat. Maka dari itulah kita khususnya umat Islam seharusnya bisa melestarikan kebiasaan-kebiasaan yang baik, baik itu kebaikan yang bersifat untuk individu atau non individu. Kita sebagai umat muslim harus membangun ilmu yang mapan, tidak hanya sekedar menyimpan ilmu yang telah didapat tetapi juga diamalkan, jangan takut untuk mengajak kebaikan sebelum kalian juga terjerumus kedalam keburukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan