Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Malah ketemu Ma'thurat di Perpustakaan Harvard

 

Dibuat oleh Bing Image Creator dengan perintah Ma'thurat by Hasan Banna in Harvard Library

Malam ini saya ingin membaca satu bagian dari Ma'tsurat yang dikarang oleh Hasan Al-Banna. Saya mencari-cari Ma'tsurat di internet baik di Bing maupun Google. Tapi saya tidak menemukan apa yang saya cari. 

Terlintas dalam pikiran saya: Bagaimana kalau saya mencarinya di Perpustakaan Harvard - HOLLIS. Pada mulanya saya mengetik "ma'tsurat" di kotak pencarian. Namun tidak ada yang sesuai. Kemudian saya ganti dengan "hasan al banna". Langsung keluar berbagai buku yang ditulis oleh Hasan Banna, salah satunya adalah "Ma'thurat". Buku tersebut dalam bahasa Arab. Diterbitkan oleh Maktaba Al Manar tahun 1950.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan