Transformasi Digital di Kabupaten Kapuas: Menuju Pemerintahan Berbasis Elektronik

Gambar
  Pada hari Rabu, 5 Juni 2024, Kabupaten Kapuas menggelar kegiatan "Persamaan Persepsi Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)" di Hasupa Ballroom Fovere Hotel, Kuala Kapuas. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Kapuas, dan dihadiri oleh 130 peserta dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, serta puskesmas di lingkungan Kabupaten Kapuas. Memahami Tantangan Awal: Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait penyusunan arsitektur dan peta rencana SPBE di Kabupaten Kapuas. Tantangan awal yang dihadapi meliputi masalah sumber daya manusia (SDM) dan ego sektoral di mana masing-masing memiliki sistem dan aplikasi sendiri. Perubahan ini diharapkan dapat menyelesaikan beberapa tahapan dalam reformasi birokrasi. Output dan Outcome yang Diharapkan: Hasil dari kegiatan ini akan melahirkan Peraturan Bupati yang menjadi panduan semacam Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Rembuk Stunting Kabupaten Kapuas 2023



Kegiatan Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Kapuas 2023 dilaksanakan pada hari Senin, 6 November 2023 di rumah jabatan Bupati Kapuas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kapuas, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutan Kepala BKKBN Kalimantan Tengah, dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, disampaikan hasil pemeriksaan BPKP bahwa 30% peran ada di tangan Dinas Kesehatan, 70% adalah peran dari dinas-dinas terkait.

Pj. Bupati Kapuas, Bapak Erlin Hardi, ST, MT menyampaikan bahwa stunting menjadi perhatian presiden. Beliau mengajak semua OPD terkait untuk bekerja sama menangani masalah stunting. Beliau berharap agar kita tidak NATO (No Action Talk Only). Beliau mengajak semua untuk langsung bertindak dan mengevaluasi hasilnya untuk perbaikan. Beliau menantang para Camat untuk membantu menurunkan angka stunting. Beliau mengajak semua bertindak berdasarkan data. 

Bapak Catur, kepala Bappelitbangda Kabupaten Kapuas menyampaikan bahwa tahun 2025 masih mengutamakan masalah stunting. Beliau menyampaikan bahwa dana desa bisa digunakan untuk penanganan stunting. Data stunting ini masih menjadi masalah. 

Sekretaris TPPS Stunting Kabupaten Kapuas, dr. Tri Setyautami, MPHM menyampaikan tentang kegiatan prioritas, capaian 20 target antara intervensi spesifik-sensitif, tugas Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten, peran TPPS Kecamatan, tugas TPPS tingkat desa/kelurahan, tim pendamping keluarga, keluarga beresiko stunting, identifikasi penyebab stunting pada keluarga beresiko stunting. rekomendasi dari para pakar terhadap keluarga beresiko stunting serta harapan 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, MM  menyampaikan tentang intervensi stunting sebelum dan setelah kelahiran, 12 indikator stunting bidang kesehatan, 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bapak Budi Kurniawan menyampaikan Peraturan Kementerian Desa terbaru terkait masalah stunting. Beliau minta kepada pihak kesehatan untuk membuatkan panduan pembuatan makanan tambahan. Beliau juga menyampaikan bahwa dana desa tidak bisa digunakan untuk membayar premi JKN.

Kepala Dinas Sosial, Bapak Yan Marto, menyampaikan bahwa beliau ingin menyandingkan Data Keluarga Beresiko Stunting akan disandingkan dengan Data Kemiskinan Ekstrim. Dinas Sosial sanggup untuk membiayai premi keluarga beresiko stunting. Rehabilitasi sosial akan diarahkan pada kondisi ekstrim, jadi bisa digunakan untuk audit stunting dengan kondisi ekstrim. Dinas Sosial berencana untuk membentuk Pusat Kesejahteraan Sosial di tiap kecamatan. Dinas Sosial memerlukan forum untuk mensinergikan kegiatan sosial di kecamatan dan desa.

Bu Wiwik sebagai Tim Pakar Stunting menyampaikan hasil studi banding di Batam, Kepulauan Riau, One Egg One Home. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan