Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Rembuk Stunting Kabupaten Kapuas 2023



Kegiatan Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Kapuas 2023 dilaksanakan pada hari Senin, 6 November 2023 di rumah jabatan Bupati Kapuas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kapuas, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutan Kepala BKKBN Kalimantan Tengah, dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, disampaikan hasil pemeriksaan BPKP bahwa 30% peran ada di tangan Dinas Kesehatan, 70% adalah peran dari dinas-dinas terkait.

Pj. Bupati Kapuas, Bapak Erlin Hardi, ST, MT menyampaikan bahwa stunting menjadi perhatian presiden. Beliau mengajak semua OPD terkait untuk bekerja sama menangani masalah stunting. Beliau berharap agar kita tidak NATO (No Action Talk Only). Beliau mengajak semua untuk langsung bertindak dan mengevaluasi hasilnya untuk perbaikan. Beliau menantang para Camat untuk membantu menurunkan angka stunting. Beliau mengajak semua bertindak berdasarkan data. 

Bapak Catur, kepala Bappelitbangda Kabupaten Kapuas menyampaikan bahwa tahun 2025 masih mengutamakan masalah stunting. Beliau menyampaikan bahwa dana desa bisa digunakan untuk penanganan stunting. Data stunting ini masih menjadi masalah. 

Sekretaris TPPS Stunting Kabupaten Kapuas, dr. Tri Setyautami, MPHM menyampaikan tentang kegiatan prioritas, capaian 20 target antara intervensi spesifik-sensitif, tugas Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten, peran TPPS Kecamatan, tugas TPPS tingkat desa/kelurahan, tim pendamping keluarga, keluarga beresiko stunting, identifikasi penyebab stunting pada keluarga beresiko stunting. rekomendasi dari para pakar terhadap keluarga beresiko stunting serta harapan 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, MM  menyampaikan tentang intervensi stunting sebelum dan setelah kelahiran, 12 indikator stunting bidang kesehatan, 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bapak Budi Kurniawan menyampaikan Peraturan Kementerian Desa terbaru terkait masalah stunting. Beliau minta kepada pihak kesehatan untuk membuatkan panduan pembuatan makanan tambahan. Beliau juga menyampaikan bahwa dana desa tidak bisa digunakan untuk membayar premi JKN.

Kepala Dinas Sosial, Bapak Yan Marto, menyampaikan bahwa beliau ingin menyandingkan Data Keluarga Beresiko Stunting akan disandingkan dengan Data Kemiskinan Ekstrim. Dinas Sosial sanggup untuk membiayai premi keluarga beresiko stunting. Rehabilitasi sosial akan diarahkan pada kondisi ekstrim, jadi bisa digunakan untuk audit stunting dengan kondisi ekstrim. Dinas Sosial berencana untuk membentuk Pusat Kesejahteraan Sosial di tiap kecamatan. Dinas Sosial memerlukan forum untuk mensinergikan kegiatan sosial di kecamatan dan desa.

Bu Wiwik sebagai Tim Pakar Stunting menyampaikan hasil studi banding di Batam, Kepulauan Riau, One Egg One Home. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"