Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Peringatan Isra' Mi'raj di Rumah Jabatan Bupati Kapuas 2024

 

Di tengah keremangan malam yang diberkahi, sebuah kumpulan hati yang penuh dengan cinta dan rindu berkumpul untuk mengenang, memuliakan, dan merenungi jejak langkah seorang kekasih Allah, Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Dari sudut-sudut yang berbeda, para habaib, ulama, guru agama, tokoh masyarakat, dan para relawan bersatu dalam semangat yang sama: menghidupkan sunnah dan mengikuti jejak Nabi yang agung.

Dengan kehadiran yang beragam, malam itu berubah menjadi sebuah perayaan rohani yang menggugah hati. Setiap kata yang terucap, setiap dzikir yang bergema, dan setiap selawat yang dikirimkan menjadi bukti nyata kecintaan umat kepada Rasulullah. Para hadirin dan hadirat, yang telah mempersiapkan acara ini dengan penuh dedikasi, mengingatkan kita semua akan pentingnya meneladani kehidupan Nabi Muhammad dalam setiap aspek kehidupan.

Malam itu tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang introspeksi dan pengingat bagi kita semua untuk selalu berselawat kepada Nabi, sebagai wujud cinta dan penghormatan kita. Sebuah kisah yang disampaikan menggambarkan betapa besar keajaiban dan rahmat yang Allah turunkan kepada mereka yang berselawat kepada Nabi. Bahkan, di antara mereka yang mungkin dianggap oleh dunia tidak memiliki kebaikan, Allah memberikan keajaiban dan keberkahan melalui selawat yang tulus.

Kita diingatkan tentang pentingnya menjaga shalat lima waktu, memurnikan hati dari segala kebencian dan dendam, menjaga hubungan baik dengan keluarga, dan tidak memutuskan tali silaturahmi. Malam tersebut mengajarkan kita untuk tidak hanya mengingat Nabi Muhammad pada momen-momen tertentu saja, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari kita.

Ketika membicarakan tentang politik dan kepemimpinan, pesan yang disampaikan adalah tentang kebersihan niat dan tindakan yang sesuai dengan syariat Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Sebagai umat Islam, kita diajak untuk selalu berdoa dan meminta kepada Allah agar diberikan pemimpin yang adil, yang akan membawa umat kepada kebaikan dan keadilan, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad.

Malam penuh berkah itu mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kesederhanaan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Bahwa dalam setiap perbuatan, niat yang lurus dan cinta kepada Nabi Muhammad adalah kunci untuk mendapatkan keberkahan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga kita semua dapat menjadi bagian dari umat yang selalu diberkahi, yang hati dan langkahnya selalu dipandu oleh cinta dan sunnah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)