Navigating Integrity Zone Development: A Hospital's Journey

Gambar
 This storyboard chronicles the efforts of a medical services head tasked with understanding and implementing an integrity zone at RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Hospital. Over one evening, they delve into the self-assessment form required for the integrity zone's development, consulting ChatGPT for clarification on complex issues and drafting essential documents. By morning, they are ready to lead a staff assembly, outlining the steps necessary to foster a culture of integrity within the hospital. On April 17, 2024, the director of RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo assigned the head of medical services to attend a socialization meeting for the integrity zone development. Searching for foundational documents for the integrity zone at night, finding the self-assessment form. Exploring the self-assessment questions, using ChatGPT to understand the complicated parts. Asking ChatGPT for advice on: Team Decree (SK Tim Kerja), Work Plan (Rencana Kerja), Change Agents (Agen Perubahan),

Angin yang sangat dingin - Nouman Ali Khan

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ 

Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (3: 116)

مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ 

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (3: 117)

 

Side Notes:

Bagian pertama Al-Baqarah – Musa dan Bani Israil

Bagian pertama Ali Imran – Yesus dan Kristen

 

Bani Israil tahu, tapi menyembunyikan apa yang diketahui.

Sebagian besar Kristen tidak tahu apa yang terjadi.

 

Bagian pertama Al-Baqarah, orang menunggu cahaya, kemudian datang kegelapan (kejahatan bani Israel)

Bagian pertama Ali Imran, perumpamaan Yesus adalah seperti Adam.

 

Bagian kedua Al-Baqarah – syariah dan persiapan untuk perang (pre-battle commentary). 70 Quraisy mati di Badr

Bagian kedua Ali Imran – Uhud sudah terjadi, jadi post-battle commentary. 70-an syahid.

Allah mempergantikan kemenangan.

 

Orang beriman infaq di jalan Allah seperti bibit menjadi 700-an

Orang munafik infaq karena ria kepada manusia atau berbicara tentang infaknya

Di awal Al-Baqarah, Allah bicara tentang Mu’min, Kafir dan Munafik. Sejauh ini belum ada yang bicara tentang infaknya orang kafir. Dalam surat Ali Imran, 3: 116-117.

Ayat ini bicara tentang Uhud.

 

Orang Quraisy sesudah kekalahan di Perang Badr, mereka ingin membalas dendam. Mereka berinvestasi untuk Uhud. Kekuatannya 3000-4000 orang. Muslim kalah. Saat Quraisy pulang, mereka berpikir untuk menuntaskan kaum Muslimin. Rasulullah tahu pikiran ini, kemudian beliau memerintahkan tentaranya untuk berhadapan lagi dengan Quraisy

الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِن بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ

(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). (3: 172)

الْقَرْحُ  - luka yang sampai ke tulang.

Ketika Quraisy tahu bahwa kaum Muslimin menunggu, mereka tidak jadi kembali.

Quraisy sekarang melihat kesempatan dimana kaum Muslimin mengalami kehancuran, mereka merencanakan untuk memusnahkan kaum Muslimin. Ini menjadi awal dari Perang Ahzab. Mereka mengajak kabilah lain untuk bergabung dengan menjanjikan ghanimah yang banyak. Mereka berhasil membentuk “United tribes of Arab” untuk melawan kaum Muslimin. Mereka berinvestasi dalam perang ini. Mereka yakin untuk berinvestasi lebih banyak. Mereka investasi dalam senjata, kuda, logistik. Mereka gunakan itu untuk menghapuskan Islam dari dunia. Hal ini akan terjadi sampai hari akhirat. Kampanye ini dapat berupa kampanye media, kampanye pendidikan, kampanye rekayasa sosial, kampanye militer, kampanye militer, kampanye kebijakan; semuanya bertujuan untuk menyingkirkan Islam dari masyarakat.

Ini adalah tafsir pertama dari ayat ini.

Tafsir yang lain adalah:

Orang kafir juga melakukan hal-hal yang baik. Kriminal mungkin melakukan hal yang baik. Menurut mereka moralitas adalah transaksi. Quraisy melayani para haji.

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini ... (3: 117)

Allah menekankan kata “kehidupan dunia” karena orang kafir ingin “return of investment” mereka juga terjadi di dunia.

Ada tanaman yang hanya bisa tumbuh pada tanah tertentu. Ketika kita menanam tanaman di tempat yang salah disebut sebagai “dzulm”.

صِرٌّ         mengandung makna cold freezing wind

حَرْثَ kata ini tidak hanya berarti tanaman, tapi juga berarti tanahnya, bibitnya, tanamannya jadi keseluruhannya. Jadi ketika angin dingin tersebut datang, dia tidak hanya merusak tanaman, tapi juga merusak tanahnya. Sekarang tanah tersebut tidak bisa ditanam apapun.

Quraisy sangat bersemangat untuk investasi untuk Uhud. Mereka lebih semangat lagi untuk investasi untuk Ahzab.

Ayat ini menjelaskan bahwa investasi ini akan berlangsung terus sampai akhir zaman.

Ayat ini menggunakan kata :  مَا يُنفِقُونَ  apa yang mereka nafkahkan (tidak spesifik) seperti ayat sebelumnya yang berbicara tentang harta dan anak. Artinya, sekarang mereka menuju ke berbagai kabilah dan mereka tidak tahu apa yang akan diinvestasikan oleh para kabilah tersebut. Bisa juga berarti apapun yang akan mereka nafkahkan. Mereka membawa seluruh kabilah tersebut ke Madinah.

Allah menggambarkan kekalahan mereka :

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا

lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.(33: 9)

Pasukan Ahzab harus punya pasokan logistik. Mereka harus masak sendiri. Ketika datang angin kencang datang, kuda lepas, onta terganggu, alat masak terbalik, kemah terbakar, api meluas, binatang-binatang jadi liar.

وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ 

... Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (3: 117)

Allah menggunakan bentuk “fi’il mudhori’” dalam ayat ini yang berarti bahwa mereka akan selalu melakukan perbuatan yang menganiaya diri mereka sendiri.

Sesudah kita menang di Badr, Allah memerintahkan kita untuk:

وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ 

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang ... (8: 6)

Sesudah perang Uhud Allah menurunkan ayat ini, yang menjelaskan bahwa mereka akan berinvestasi untuk mengalahkan kaum Muslimin, namun mereka akan selalu menganiaya diri mereka sendiri.

Hal ini digambarkan dalam apa yang dilakukan oleh Fir’aun ketika akan mengalahkan Musa dengan mengundang para tukang sihir dan seluruh masyarakat Mesir. Tapi pada akhirnya tukang sihir beriman pada Musa.

Alasan kabilah lain mengikuti Quraisy dalam Perang Ahzab adalah karena kredibilitasnya. Setelah mereka kalah dalam Perang Ahzab, Quraisy kehilangan kredibilitasnya.

Keruntuhan Quraisy diawali dari Perang Ahzab. Apa yang mereka investasikan terbanyak, itulah yang paling menghancurkan mereka.

فَأَهْلَكَتْهُ ۚ lalu angin itu merusaknya.(3: 117)

Hal ini tidak berarti bahwa secara otomatis Allah akan mengalahkan orang-orang kafir. Kita harus menjadi orang beriman yang layak untuk mendapatkan kemenangan dari Allah SWT.

Sumber: https://www.youtube.com/live/mGenJ6GVfRg?si=-7uUBq7kLVlrEfj6 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan