Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Kacang Dede: Oleh-Oleh Lezat dari Kapuas

 


Penulisan artikel ini dibantu oleh ChatGPT

Saat saya mengunjungi Pameran Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang diselenggarakan di Lapangan Bukit Ngalangkang dalam rangka Ulang Tahun Koperasi ke-77 dan Pertemuan Raya II Kaum Bapak Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2024 se-Indonesia di Kuala Kapuas pada hari Kamis, 25 Juli 2024, saya mengunjungi beberapa stand yang ada di sana. Salah satu yang menjadi favorit adalah kacang di atas.

Kacang Dede, produk lokal dari Kapuas, menarik perhatian saya dengan kemasannya yang sederhana namun menarik. Kacang ini diproduksi oleh UMKM setempat dan merupakan salah satu oleh-oleh khas Kapuas yang sangat populer. Kacang ini tidak hanya lezat tetapi juga diproduksi dengan standar kualitas yang tinggi, terbukti dengan adanya sertifikasi P-IRT (Produk Industri Rumah Tangga) dengan nomor 216203010098-28.

Kacang Dede ini memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang gurih, cocok dinikmati sebagai camilan sehari-hari atau sebagai pendamping saat bersantai bersama keluarga. Kemasannya yang praktis dan higienis juga memastikan kacang tetap segar dan renyah hingga sampai ke tangan konsumen. Informasi mengenai tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa tertera dengan jelas pada kemasan, meskipun pada gambar ini belum diisi. 

Selain itu, kacang ini juga sudah memiliki sertifikasi halal, sehingga aman dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Tidak hanya itu, pada kemasan juga tertera nomor kontak yang bisa dihubungi, yaitu 0813 5181 9251, untuk pemesanan atau informasi lebih lanjut.

Pameran Koperasi UMKM seperti ini sangat penting untuk mendukung produk-produk lokal agar lebih dikenal luas dan membantu meningkatkan perekonomian daerah. Produk kacang Dede ini merupakan contoh nyata bagaimana UMKM di Kapuas mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasar.

Kunjungan saya ke pameran ini memberikan pengalaman yang berharga dan saya sangat merekomendasikan kacang Dede sebagai oleh-oleh khas Kapuas yang wajib dicoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)