Pendidikan dan Gizi: Peran Penting Makanan di Sekolah untuk Pembelajaran dan Kesetaraan

Gambar
  Bagi anak-anak di berbagai negara, termasuk di sekitar kita, makanan bergizi yang mereka santap di sekolah seringkali menjadi penentu; antara masuk kelas atau tinggal di rumah, antara berhasil lulus ujian atau tertinggal pelajaran. Program makan di sekolah telah terbukti menjadi salah satu investasi paling praktis dan efektif yang dapat dilakukan sebuah negara untuk meningkatkan kehadiran siswa, memperkuat hasil belajar, dan memajukan kesetaraan, terutama di tengah situasi krisis. Artikel ini diadaptasi dari tulisan Anna Horner, Koordinator Senior UN-Nutrition, dan Alexandra Newlands, Kepala Jaringan Masyarakat Sipil SUN (Scaling Up Nutrition). Dalam tulisan mereka, ditekankan bagaimana program makanan di sekolah menjadi contoh nyata bahwa gizi dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Belajar dari Filipina dan Brazil Gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) telah menunjukkan kekuatan kolaborasi untuk mengubah konsep integrasi menjadi aksi nyata. Pada Oktober 2025, per...

Peran Waktu Layar pada Anak-anak: Dampak pada Kesehatan dan Bermain

 

Anak-anak saat ini tumbuh di era digital, di mana layar seperti smartphone, tablet, dan televisi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berdasarkan diskusi para ahli dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, anak di Amerika rata-rata menghabiskan lebih dari lima jam di depan layar setiap harinya. Namun, apa dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik mereka? Apakah waktu layar benar-benar menggantikan waktu bermain? Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi memengaruhi anak-anak dan keluarga mereka dalam membangun hubungan yang sehat dengan perangkat digital.

Para ahli dalam diskusi ini sepakat bahwa tidak hanya waktu yang dihabiskan di depan layar yang penting, tetapi juga konten yang dikonsumsi anak-anak. Konten edukatif dapat memberikan dampak positif, tetapi konten berbahaya seperti perundungan daring (cyberbullying) dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Hal ini sangat bergantung pada bagaimana anak-anak berinteraksi dengan perangkat mereka dan seberapa banyak keterlibatan keluarga dalam aktivitas digital mereka.

Dr. David Bickham, Direktur Riset di Digital Wellness Lab, menekankan bahwa meskipun waktu di layar sering kali dianggap menggantikan bermain fisik, kenyataannya lebih rumit dari itu. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, anak-anak yang lebih banyak menggunakan perangkat justru memiliki lebih sedikit waktu bermain, tetapi di negara lain, seperti Meksiko, waktu bermain mereka tidak terpengaruh secara signifikan oleh penggunaan layar.

Selain itu, Scott G. Eberle, mantan Editor American Journal of Play, menyebutkan bahwa bermain adalah hal penting dalam tumbuh kembang anak. Bahkan, bermain melalui layar dapat bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Permainan yang melibatkan aktivitas fisik seperti "Dance Dance Revolution" dapat memberikan manfaat bermain sekaligus melibatkan gerakan fisik.

Namun, para ahli juga mengingatkan tentang dampak negatif dari waktu layar yang berlebihan, seperti gangguan tidur dan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk peningkatan berat badan dan gangguan pola makan. Ini menunjukkan bahwa penting bagi orang tua untuk menjaga keseimbangan antara waktu layar dan kegiatan lainnya, serta memastikan bahwa anak-anak terlibat dalam konten yang mendidik dan positif.

Dirangkum oleh ChatGPT dari transkrip: The digital lives of children: Impacts of screen time on health and play

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas