Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...
senang sekali klo kampung kita maju dan dapat diinformasikn ke lusr dsersh melalui internet
BalasHapussemoga situs ini bisa lebih maju lagi dengan menambahkan berbagai informasi lain lagi,kaya tempat buat mancing,pariwisata dll yang ada di kuala kapuas.
BalasHapus@Budi-Locket: untuk mancing, pariwisata, dll, silahkan "searching" di "cari blog ini" yang ada di bagian kanan atas.
BalasHapus