Postingan

Menampilkan postingan dengan label Anak-anak

UPT Puskesmas Sei Tatas Melakukan Skrining Kesehatan Jiwa

Gambar
  Saka Lagaun, 30 Mei 2024 UPT. Puskesmas Sei Tatas melakukan skrining kesehatan jiwa kepada masyarakat Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Menurut Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa, Mariana, S.Kep., Ns., m anfaat skrining  kesehatan mental pada dasarnya adalah untuk mendeteksi lebih cepat atau menentukan risiko seseorang untuk mengalami gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, gangguan bipolar gangguan makan, atau gangguan stress pasca trauma (PTSD).  Skrining Kesehatan jiwa dilakukan kepada masyarakat yang memiliki gejala seperti : Sering merasa cemas, khawatir, atau takut yang berlebihan Suasana hati (mood) cepat berubah dan ekstrim Cepat sedih dan mudah emosi Kurang energi atau kelelahan Merasa diri tidak berharga atau self-esteem rendah Sulit berkonsentrasi Sulit mengatasi stres Sering menghindari situasi sosial atau komunikasi dengan orang lain Pernah atau berisiko menyakiti diri sendiri (self-harm) Sempat berpikir atau bahkan sudah mencob

Anak-anak mulai ramaikan langgar

Gambar
Anak-anak sedang shalat Maghrib di Langgar Al-Inayah Kalau dulu kita sering mengatakan bahwa langgar / mushola / masjid banyak dipenuhi oleh orang-orang tua. Sekarang fenomena ini mulai bergeser. Gambar diatas menunjukkan bahwa anak-anak sekarang mulai mengambil tempat dari orang tua tersebut. Pada mulanya, anak-anak memang suka bercanda ketika mereka sedang shalat. Tapi setelah berjalan beberapa bulan, sudah terjadi seleksi dimana mereka makin lama makin tertib dalam melaksanakan shalat. Apalagi suasana dilanggar sangat mendukung keberadaan mereka. Untuk kasus diatas, mereka adalah anak-anak yang mengikuti TPA Al-Inayah yang terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. X, Kuala Kapuas. Mereka sedang mengerjakan shalat Maghrib di Langgar Al-Inayah. 

Anak-anak Muslim Filipina di Manila

Gambar
Anak-anak Muslim Filipina Saat jam istirahat Pelatihan Magpi di markas Palang Merah Filipina, penulis menyempatkan diri untuk shalat di Masjid Al-Nur yang berada di daerah sekitar pelabuhan di Manila. Penulis sempat bingung mencari dimana lokasi masjid, rupanya sebuah bangunan berlantai dua yang belum selesai dan dikelilingi oleh pagar, sehingga tidak terlihat adanya pintu masuk. Saat akan wudhu', rupanya banyak anak-anak yang duduk-duduk di dekat tempat wudhu. Rupanya mereka adalah anak-anak Muslim yang berasal dari Mindanao. Belajar mengaji di masjid Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan yang bisa dikatakan kumuh. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris, mereka menggunakan bahasa Tagalog. Sebagian dari anak-anak perempuan yang penulis temui di masjid dan sekitar masjid menggunakan jilbab. Sebagian dari mereka sedang belajar mengaji di masjid.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan