The Salahuddin Generation (Ep. 9) — One Sultan vs. All of Europe - Saat Kemenangan Justru Mengundang Perang Baru

Gambar
  Kita sering mengira kemenangan adalah garis finish. Padahal dalam banyak perjuangan—dakwah, kepemimpinan, bahkan perubahan diri—kemenangan justru mengundang babak berikutnya: serangan balik . Episode ini menunjukkan satu prinsip besar yang jarang disadari: “Victory does not end wars. It invites them.” Kemenangan tidak otomatis mengakhiri perang—ia sering memanggil perang yang lebih besar . Setelah Yerusalem dibebaskan, umat bergembira. Namun Salahuddin membaca kenyataan yang pahit: musuh belum habis—yang baru mulai adalah perang sesungguhnya. 1) Prinsip Serangan Balik: Setelah Menang, Musuh Tidak Diam Salahuddin memahami, tentara Salib di Syam bukan berdiri sendiri. Mereka punya “suplai superpower”: Eropa —yang bisa mengirim pasukan, senjata, logistik, mesin pengepungan, dan kapal-kapal perang kapan saja. Maka kemenangan besar atas pasukan Salib lokal bukan akhir cerita. Itu adalah pemicu : Eropa akan tersentak, harga diri mereka terpukul, dan mereka akan mengir...

Anak-anak mulai ramaikan langgar

Anak-anak sedang shalat Maghrib di Langgar Al-Inayah
Kalau dulu kita sering mengatakan bahwa langgar / mushola / masjid banyak dipenuhi oleh orang-orang tua. Sekarang fenomena ini mulai bergeser. Gambar diatas menunjukkan bahwa anak-anak sekarang mulai mengambil tempat dari orang tua tersebut.

Pada mulanya, anak-anak memang suka bercanda ketika mereka sedang shalat. Tapi setelah berjalan beberapa bulan, sudah terjadi seleksi dimana mereka makin lama makin tertib dalam melaksanakan shalat. Apalagi suasana dilanggar sangat mendukung keberadaan mereka.

Untuk kasus diatas, mereka adalah anak-anak yang mengikuti TPA Al-Inayah yang terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. X, Kuala Kapuas. Mereka sedang mengerjakan shalat Maghrib di Langgar Al-Inayah. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas